Home / Berita / Nasional / Ratu Atut dicabut Hak Politiknya & diperberat Hukumannya Oleh Mahkamah Agung

Ratu Atut dicabut Hak Politiknya & diperberat Hukumannya Oleh Mahkamah Agung

73.ratu_atut_ok

Mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah harus mengelus dada setelah kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Salah satu keputusan yang dikeluarkan MA dalam putusan bernomor 285 K/Pid.Sus/2015 Tahun 2015 itu adalah dicabut hak politiknya Ratu Atut Chosiyah.

Dengan keputusan tersebut, berarti Atut sudah tak bisa maju atau dicalonkan sebagai pejabat dan penyelenggara negara.

Selain itu, keputusan MA itu lain yaitu Atut diganjar vonis tujuh tahun penjara. Putusan ini jauh lebih berat ketimbang vonis majelis hakim Tipikor. Seperti diketahui, sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi memvonis Ratu Atut Chosiyah hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider lima bulan kurungan.

“Menghukum terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama tujuh tahun. Juga didenda Rp200 juta dan diharuskan menjalani tambahan kurungan bui enam bulan jika denda tak bisa dipenuhi,” tulis putusan MA tersebut.

Menurut MA, Kasasi Atut ditolak lantaran lima alasan yang disampaikan hanya berupa pengulangan fakta-fakta yang sebelumnya sudah dipertimbangkan pada pengadilan tingkat pertama dan tingkat banding.

Keputusan MA yang diambil dengan memberatkan hukumannya, juga didasarkan karena Ratu Atut sebagai kepala daerah, tak memberi contoh mendukung program pemerintah yang bersih dari KKN. Korupsi Atut juga mencederai lembaga peradilan Mahkamah Konstitusi.

Kasus Ratu Atut sendiri adalah ketika dirinya terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam suap Pilkada Lebak, Banten.

 

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...