Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Reshuffle jilid II, SETARA Institute Sorot 10 Menteri

Reshuffle jilid II, SETARA Institute Sorot 10 Menteri

kabinet kerja jokowi

Hari Minggu (15/11) SETARA Institute memaparkan hasil studi dimana menyarankan agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) fokus kepada 10 menteri yang dinilai memiliki kinerja kurang baik.

Direktur Riset SETARA Institute, Ismail Hasani, menuturkan bahwa studi lembaganya dilakukan sebagai bagian dari kontribusi masyarakat sipil kepada pemerintahan.

Perombakan kabinet atau reshuffle jilid II terhadap 10 menteri yang dianggap memiliki kinerja paling buruk diharapkan memberi penguatan kepada Kabinet Kerja pada periode tahun kedua masa pemerintahan Presiden Jokowi.

“Jika pada reshuffle pertama Jokowi fokus pada menteri-menteri di bidang perekonomian, pada reshuffle kedua, Jokowi kembali didorong fokus kepada para menteri di bidang itu. Ditambah menteri dan pejabat setingkat menteri yang mengurusi bidang politik, hukum, dan keamanan,” jelas Ismail dalam pemaparan hasil studi yang dilakukan di kantor SETARA Institute, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Minggu (15/11).

SETARA Institute melakukan pengukuran terhadap kinerja menteri dengan metode studi kualitatif.

Diungkapkan oleh Peneliti SETARA Institute, Aminudin Syarif, bahwa studi dilakukan dengan cara mengkaji dokumen-dokumen yang dianggap relevan. Seperti dokumen perencanaan kerja kementerian, laporan kerja, laporan serapan anggaran, hingga Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) pemerintah periode 2014-2019.

SETARA mengadopsi empat variabel untuk menilai setiap menteri. Variabel-variabel itu adalah kompetensi kepemimpinan, dukungan politik, kinerja lembaga, dan capaian kinerja sesuai latar belakang menteri yang bersangkutan.

Dari keempat variabel, ditentukan tujuh indikator yang menjadi dasar pemberian skor. Ketujuh indikator itu adalah kemampuan komunikasi, kualitas perencanaan, tingkat serapan anggaran, pencapaian kinerja, latar belakang pendidikan, pengalaman, dan dukungan politik.

“Karena bersifat kualitatif, maka subjetivitas dari para peneliti tidak bisa terlepas,” terang Aminudin.

Adapun studi perlu dilakukan dengan melihat kecenderungan Presiden Joko Widodo yang senang menggunakan dasar pemberitaan media untuk mengevaluasi kinerja menteri, terutama menjelang masa reshuffle.

Ismail menyebut ke-10 menteri itu yakni, Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli, Jaksa Agung HM Prasetyo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Energi dam Sumber Daya Mineral Sudirman Said, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohanna Yambise.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...