Home / Berita / Nasional / RI Akan Tambah Utang Rp 13 Triliun dari Bank Dunia

RI Akan Tambah Utang Rp 13 Triliun dari Bank Dunia

jokowi dan presiden bank dunia

Hari ini Presiden World Bank (Bank Dunia) Jim Yong Kim menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan yang dilangsungkan diruang rapat Istana, Presiden didampingi Mensesneg Pratikno, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, Seskab Andi Widjajanto, serta anggota Tim Komunikasi Presiden Teten Masduki.

Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu membahas kerjasama yang bisa dilakukan antara Indonesia dengan Bank Dunia.

“Dalam pertemuan tersebut pada intinya World Bank adalah mitra pemerintah Indonesia. Kita fokus tiga bidang,” kata Bambang saat jumpa pers di Kantor Presiden, Komplek Istana Negara, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (20/5/2015).

Bidang yang pertama, ungkap Bambang, di sektor kesehatan terutama ibu melahirkan dan gizi balita. Kedua adalah perbaikan iklim usaha di Indonesia. Sementara yang ketiga adalah pengembangan pariwisata.

“World Bank sejalan dengan Pak Presiden mendatangkan wisatawan yang lebih besar ke Indonesia. World Bank akan menolong secara makro. Itu gambaran singkat pertemuan tadi,” ujar Bambang.

Selain itu, Bank Dunia juga menawarkan pinjaman hingga US$ 11 miliar atau sekitar Rp 143 triliun (kurs Rp 13.000) ke pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pemerintah siap ambil US$ 1 miliar (Rp 13 triliun) untuk tahap awal.

Itu kan, kata Menkeu, rencana pinjaman. Nanti ya kita pakai sesuai kebutuhan.

Dipaparkan pula kalau pinjaman sebesar US$ 11 miliar itu, sebanyak US$ 8 miliar berasal dari Bank Dunia (International Bank for Reconstruction and Development atau IBRD), sementara US$ 3 miliar sisanya berasal dari International Finance Corporation (IFC) dan Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA).

“IBRD selama ini memberi pinjaman kepada pemerintah negara-negara berkembang dan negara berpendapatan rendah yang layak kredit,”ungkap Bambang.

Sementara IFC mendanai proyek-proyek investasi, memobilisasi dana di pasar keuangan internasional dan menyediakan jasa konsultasi kepada sektor swasta dan pemerintahan.

Sedangkan MIGA menawarkan asuransi risiko politik (garansi) kepada investor dan peminjam.

 

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...