Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Ridwan Kamil : Macan Asia, Singa Afrika

Ridwan Kamil : Macan Asia, Singa Afrika

ridwan kamil

Ditengah peringatan Ke-60 Konferensi Asia Afrika tahun 2015, salah seorang yang sibuk luar biasa mungkin Ridwan Kamil. Pria yang menjabat sebagai Walikota Bandung ini harus mempersiapkan segala sesuatu agar acara berjalan sukses. Sebab kota Kembang akan didatangi tamu undangan para delegasi dari negara Asia Afrika.

Syukur, berkat racikan dan kerjasama dari berbagai pihak, kota Kembang sukses menjadi tuan rumah acara puncak peringatan KAA pada hari Jumat (24/4) ini.

Sukses tidak hanya sebagai penyelenggara, tapi Kang Emil, demikian sapaan akrabnya, juga sukses membacakan Dasasila Bandung. Sebenarnya perasaan campur aduk, deg-degan, grogi sempat menghampirinya sebelum hari-H. Namun semua itu dibuang ketika sudah berdiri dihadapan sebanyak 22 Kepala Negara/Pemerintahan maupun tamu undangan yang memenuhi Gedung Merdeka Bandung.

Dalam pidato yang menggunakan bahasa Inggris, Kang Emil membukanya dengan menyebut Asia sebagai macan dunia, sementara Afrika sebagai singa dunia.

“Asalamualaikum wr wb. Selamat pagi semua. Perkenalkan nama saya, Ridwan Kamil. Saya adalah wali kota Bandung. Dan atas nama warga, saya menyambut Anda, selamat datang di kota kami. Ibu kota Asia Afrika dan kota pertama yang ramah HAM. Hari ini, saya memiliki tugas spesial untuk membaca Dasasila Bandung,” tuturnya.

Ditambahkan Kang Emil, bahwa Dasasila Bandung merupakan fondasi baik masa depan untuk dunia yang lebih baik. Karena itu, ia berharap Dasasila Bandung bisa terus dikenang agar cita-cita mulia bangsa Asia-Afrika dapat terwujud.

“Saya harap 10 dasar, Dasasila Bandung ini, akan selamanya berada di hati kita, akan tetap menjadi dasar dari peradaban masa depan dari negara termasyhur di Asia dan Afrika,” ungkapnya.

Satu hal yang menarik, Kang Emil di akhir pidatonya mengucapkan salam penutupan dalam bahasa Sunda, “Hatur nuhun.”

Bagi orang nomor satu di kota Bandung dan harus menyiapkan peringatan Ke-60 KAA, Ridwan Kamil tidak bisa melepaskan dari sosok Ali Sastroamidjojo, mantan Perdana Menteri Indonesia yang merupakan salah satu pelopor Konferensi Asia Afrika 1955.

Sosok Ali cukup membekas di benak Kang Emil. Menurutnya, Ali merupakan figur komunikator publik yang hebat.

“Pak Ali menurut saya adalah EO (event organizer, -red) terbaik yang pernah dimiliki republik ini,” ungkap Emil. Saat itu menurut Emil teknologi komunikasi masih amat minim. Republik Indonesia juga baru akan berusia sepuluh tahun selepas penjajahan.

“Tapi beliau bisa membuat acara sebegitu besar dengan modal seadanya. Saya saja bikin yang di Bandung sudah begini, he he,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Ridwan Kamil meminta agar bangsa Indonesia juga mengenali perjuangan Ali Sostroamidjojo. Sehingga anak-anak Indonesia dapat meniru sosok para pahlawan.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...