Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Risma Tak Ada Penantang Hingga Detik Terakhir, Pilkada Surabaya Diundur 2017

Risma Tak Ada Penantang Hingga Detik Terakhir, Pilkada Surabaya Diundur 2017

risma 3

Pilkada Serentak yang dilakukan pada 9 Desember 2015, sudah menyelesaikan satu tahaapannya yakni pendaftaran calon kepala daerah. Namun hingga hari terakhir Senin (3/8) kemarin, KPU telah menetapkan Pilkada di 7 daerah ditunda hingga tahun 2017 mendatang. Hal ini dikarenakan ketujuh daerah tersebut hanya memiliki satu pasangan calon kepala daerah.

“Ya, jadi sampai pukul 23.59 WIB, tak ada calon lagi yang mendaftar. Jadi, disimpulkan sesuai perkembangan Pilwakot Surabaya hanya 1 calon pasangan yaitu Risma dan Wisnu,” ungkap Komisioner KPU, Hadar Nafis Gumay, di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Selasa (4/8) dini hari.

Calon Wakil Walikota , tambahnya, yang dimaksud tadi dicari tidak menyelesaikan berkas dan dinyatakan tidak dapat diterima. Jadi, pasangan calon yang datang ini akhirnya telah resmi dinyatakan pendaftarannya tidak dapat diterima.

Seperti diketahui, calon Wakil Walikota Surabaya penantang pasangan Risma-Wisnu, Haries Purwoko di menit terakhir pendaftaran tiba-tiba meninggalkan Dhiman Abror.

Merkait drama ‘menghilangnya’ Haries, politisi PDIP Arief Wibowo menilai ada skenario yang menginginkan Pilkada serentak tahun ini di sejumlah daerah dengan pasangan calon tunggal agar ditunda.

Arif menyebut pasangan calon yang tak mendaftar sengaja memboikot Pilkada serentak.

Kalau benar-benar Pilkada Surabaya ditunda tahun 2017 hanya karena ada satu pasangan calon, PDIP berencana menggugat KPU ke PTUN. PDIP juga sebelumnya sudah melayangkan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dan Mahkamah Agung (MA).
 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...