Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Rizal Ramli Angkat Bicara : Presiden Jokowi Itu Punya Nyali

Rizal Ramli Angkat Bicara : Presiden Jokowi Itu Punya Nyali

Jokowi-dan-TNI33

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli buka suara mengemukakan pendapatnya terkait satu tahun kinerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla yang dinilainya sangat berani.

“Mungkin banyak plus minusnya Presiden kita. Tapi Presiden Jokowi itu punya nyali,” ungkapnya dalam acara “Rembug Nasional Satu Tahun Pemerintahan Jokowi-JK” di Jakarta, Selasa (20/10).

Menurut Rizal bahwa keberanian Presiden Jokowi ditunjukkan ketika peringatan HUT TNI pada 5 Oktober lalu.

Saat itu, Presiden Jokowi, kata Rizal, menggunakan amunisi tajam dalam demonstrasi alutsista TNI.

“Kapal perang kita nembak betulan. Pakai misil betulan. Pakai peluru tajam. Pilot F-16 dan Sukhoi juga terbangnya dekat sekali,” ujarnya.

Menurut dia, penggunaan peluru tajam itu merupakan permintaan Presiden Jokowi sendiri.

“Kalau sampai salah lima derajat saja, habislah para elit Indonesia,” ungkapnya.

Dilanjutkan pula oleh Rizal, keberanian Presiden Jokowi, juga terasa dalam komitmennya untuk memanfaatkan sumber daya alam untuk kemajuan bangsa dan rakyat Indonesia.

Hal itu, kata dia, berkaitan dengan negosiasi kontrak Freeport yang kini tengah digodok pemerintah. Meski, menurutnya, negosiasi kontrak seharusnya dilakukan paling lambat dua tahun sebelum kontrak berakhir yakni pada 2019.

“Presiden jelas garisnya, menterinya saja yang tidak menangkap (maksudnya). Dia (Presiden) betul-betul ingin menggunakan sumber daya alam ini untuk kemajuan bangsa dan rakyat sesuai UUD. Pak Jokowi juga jelaskan, yaitu tidak ada perpanjangan kontrak sampai sebelum dua tahun kontrak berakhir dan untuk rakyat sebesar-besarnya,” jelas Rizal.

Dimata Rizal, hal itu berbeda dengan pemimpin sebelumnya yang gagal melindungi Blok Cepu untuk Indonesia.

Ia menceritakan, saat sudah tak lagi menjabat sebagai menteri sekitar tahun 2006 atau 2007, presiden kala itu meminta masukannya terkait Blok Cepu, Jawa Timur. Permintaan itu disampaikan menjelang keberangkatan ke Amerika Serikat, negara asal operator Blok Cepu ExxonMobil.

“Blok ini cadangannya besar, lebih besar dibanding Pekanbaru. Tadinya ini milik Indonesia, dikasih gratis oleh Tommy Soeharto. Begitu Soeharto lengser lalu dijual Australia 100 juta dolar. Kemudian dibelii Exxon USD1 miliar dan sekarang capital market-nya puluhan miliar dolar,” terangnya.

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...