Home / Berita / Regional / Rumah Penyidik KPK dapat Teror Bom, Ini Bukan yang Pertama kali

Rumah Penyidik KPK dapat Teror Bom, Ini Bukan yang Pertama kali

080632600_1436139111-CIMG0163

Minggu (5/7) rumah seorang pria yang tidak dikenal mengirim sebuah paket yang menyerupai bom ke rumah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisaris Polisi Apip Julian Miftah (AJM) di Perum Mediterania Regency Jalan Anggrek Blok A No. 160 RT 04/16, Kelurahan Jakamulya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Sang istri merasa curiga dengan bingkisan yang ada di depan rumahnya. Kemudian melaporkan temuan bingkisan itu ke Polsek Bekasi Selatan. Anggota piket Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) langsung menghubungi Gegana Polda Metro. Pukul 23.50 WIB, Gegana berada di lokasi dan melakukan penyelidikan soal bingkisan tersebut.

Benda tersebut berbentuk kotak dan terbuat dari sterofoam. Setelah itu dilapisi lakban hitam dengan lilitan kabel hitam, sehingga bila dilihat seperti rangkaian sebuah bom.

Menurut Wakil Kepala Kepolisian Resor Bekasi Kota, Ajun Komisaris Besar Asep Edi Suheri, benda tersebut bukanlah paket bom. Sebab pihaknya bersama tim Gegana Mabes Polri telah memeriksa paket tersebut. Saat dicek, rupanya hanya rangkaian kabel saja, tanpa ada bahan peledak di benda tersebut.

Ditambahkan oleh Asep, berdasarkan Standar Operasional Prosedut (SOP), kemudian benda tersebut diledakan oleh tim Gegana. Selanjutnya dibawa ke markas guna penyelidikan lebih lanjut.

Menurut Asep, pihaknya masih mendalami motif pengiriman paket tersebut. Asep enggan berspekulasi apakah pengiriman paket tersebut berkaitan dengan pekerjaan korban sebagai penyidik KPK.

“Kami belum dapat menyimpulkan motif kasus ini, apakah teror biasa atau berkaitan dengan pekerjaan korban sebagai penyidik KPK,” ujar Asep.

Teror bom yang terjadi di rumah AJM ternyata bukan yang pertama kali. Menurut Ketua RT setempat, Budi, sebelumnya AJM diteror berupa penggebosan ban mobil milik korban Honda Freed dengan cara ditusuk menggunakan pisau. Ban depan mobil korban, kata Budi, ditusuk sebanyak delapan kali hingga bocor.

Teror kedua, lanjut Budi, mobil korban disiram menggunakan air keras di bagian depannya.

“Dengan teror bom ini, berarti sudah tiga kali korban diteror oleh orang yang tidak dikenal,” tutur Budi.

Dalam pandangan Budi, AJM telah menempati rumah tersebut sejak lama. Korban juga dikenal sebagai orang yang baik, meski disibukkan dengan pekerjannya sebagai penyidik KPK.

Sementara itu KPK belum bisa mengetahui motif di balik teror yang diterima AJM. Pasalnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap aksi teror yang sudah dilakukan tiga kali itu.

“Akan dicari tahu dulu motifnya apa, sebelum kami melakukan tindakan lanjutan,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP hari Senin (6/7).

Ditambahkan oleh Johan, pihaknya belum bisa memastikan apakah ancaman itu berkaitan dengan penyidikan perkara korupsi yang tengah dilakukan oleh Afif. Untuk itu, perlu menunggu hasil penelusuran yang dilakukan kepolisian agar mengetahui motif teror tersebut.

 

 

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...