Home / Berita / Dunia / Salah Satu Pelaku Serangan di Pabrik Gas Perancis Terungkap, Istri Ikut Ditahan

Salah Satu Pelaku Serangan di Pabrik Gas Perancis Terungkap, Istri Ikut Ditahan

Salah satu pelaku serangan pabrik gas Isere di kota Saint-Quentin-Fallavier telah berhasil diamankan oleh kepolisian setempat. Sang pelaku yang bernama Yassin Sahli adalah seorang sopir profesional berusia 35 tahun yang tinggal di pinggiran kota Lyon. Pihak berwenang Perancis menahan Yassin Sahli, bersama istri, saudara perempuan, dan satu orang lainnya pada Jumat (26/6/2015).

Jaksa Penanganan Kasus Anti-Terorisme di Perancis, Francois Molins menyatakan bahwa saat ini proses penyelidikan terkait keterlibatan istri dan saudara perempuan tersangka dalam konspirasi terorisme masih terus berjalan.

Sahli memiliki tiga anak dan telah menikah selama sepuluh tahun. Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve menyatakan bahwa Sahli tidak memiliki catatan kriminal, namun telah berada dalam radar kepolisan dan dikategorikan sebagai orang yang “diduga teradikalisasi” sejak 2006.

Sahli dan istrinya tinggal bersama ketiga anak mereka, yang berusia antara enam dan sembilan, dilantai dasar dari apartemen tiga lantai, di blok perumahan sosial.Wilayah ini tenang, dilengkapi dengan ruang hijau, jalan-jalan bersih dan jalur trem baru untuk menuju pusat kota Lyon. Lingkungan semacam ini jauh dari stereotipe kota pinggiran yang kumuh dan padat.

Belum banyak informasi mengenai Sahli. Menteri Dalam Negeri Perancis, Bernard Cazeneuve menyatakan bahwa Sahli tidak memiliki catatan kriminal, namun telah berada dalam radar kepolisan dan dikategorikan sebagai orang yang “diduga teradikalisasi” sejak 2006.

Kala itu, status pelaku diberi label “S”, singkatan untuk “State Security” atau mereka yang diduga mengancam “keamanan negara.” Namun, tanpa bukti apapan, catatan ini tidak diperpanjang pada tahun 2008, meskipun dia dikenal memiliki kontak dengan kelompok radikal di Perancis.

Sementara itu Presiden Perancis, Francois Hollande akan memperketat keamanan di daerah Rhone-Alpes secara maksimal.

Baca Juga

Kisah Katana Maut Warisan Sayuto, Jagal Tentara Jepang di Semarang

Semarang – Suasana mencekam dan penuh darah pertempuran 5 hari di Semarang masih teringat jelas ...