Home / Berita / Sarpin : Saya siap berhenti jadi Hakim demi Mempertahankan Gugatan terhadap KY

Sarpin : Saya siap berhenti jadi Hakim demi Mempertahankan Gugatan terhadap KY

Sarpin Rizaldi
Sarpin Rizaldi

Banyak anjuran agar Sarpin Rizaldi, hakim Pengadilan Jakarta pusat mencabut pengaduannya terhadap dua komisioner Komisi Yusudial (KY) Suparman Marzuki dan Taufiqurrahman Syahuri yang disampaikan kepada Bareskrim Polri.  Bahkan  Presiden Jokowi telah meminta agar masalah ini jangan berkepanjangan. Tapi Sarpin Rizaldi sepertinya sudah patah arang.  Siapun yang memediasi, ia tetap bertekad tidak akan mau mencabut pengaduan itu.

“Bahkan saya rela tidak lagi menjadi hakim asal pengaduan itu tetap berjalan,” katanya. Sarpin mengaku sudah terlanjur sakit hati, sehingga ia tidak akan mau berdamai dengan dua komisioner KY tersebut.

Saat ini kedua komisioner itu telah menjadi tersangka. Status itu sebenarnya bisa dibatalkan jika Sarpin mencabut pengaduannya.  Tapi Sarpin bersikeras akan terus membawa kasus ini ke pengadilan.

Tak pelak lagi, peran antara Sarpin dan KY akan terus berlanjut.  Di sisi lain,  KY juga telah menyampaikan  merekomendasi kepada MA agar  Sarpin diskor dari jabatannya sebagai hakim selama enam bulan.  Rekomendasi itu diambil KY setelah mempertimbangkan beberapa prinsip kehakiman yang dilanggar oleh Sarpin, khususnya saat ia memimpin sidang praperadilan bagi Komjen Budi Gunawan melawan KPK beberapa waktu lalu.

Pertama, Sarpin dianggap tidak teliti dalam mengutip keterangan ahli yang dijadikan pertimbangan untuk memberikan putusan sehingga yang disampaikan ahli bertentangan dengan yang dimuat hakim dalam putusannya.

Kedua, Sarpin tidak teliti menuliskan identitas ahli, dengan menyebut Prof Sidharta sebagai ahli hukum pidana. Padahal, Sidharta adalah ahli filsafat hukum. Ketiga, Sarpin diketahui menerima fasilitas pembelaan dari kuasa hukum secara gratis, dan bersikap tidak rendah hati, dengan tidak memenuhi panggilan KY.

“Saat dipanggil, Sarpin malah menantang KY untuk datang ke PN Jakarta Selatan,” kata Imam Anshori Saleh, komisioner KY.

Tidak hanya KY saja yang mengadukan Sarpin,  Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi juga telah menyampaikan pengaduan yang sama ke Badan Pengawasan Mahkamah Agung (Bawas MA). Alasan mereka, Sarpin tidak cakap dan melakukan pelanggaran etika dalam memimpin sidang.

Tentu yang disorot adalah sidang praperadilan Komjen Pol Budi Gunawan yang bersengketa melawan KPK beberapa waktu lalu. Sarpin adalah hakim tunggal untuk praperadilan itu. Ia memenangkan gugatan Budi Gunawan dan membatalkan putusan KPK yang menyatakan budi sebagai tersangka.

Putusan ini merupakan sejarah hukum di Indonesia, karena pertama kalinya status tersangka dipersoalkan di persidangan. Ini yang membuat Sarpin mendapat sorotan karena dianggap berpihak kepada Budi Gunawan yang sempat disorot dalam kasus korupsi.

Atas pengaduan KY dan Koalisi Masyarakat sipil anti Korupsi, Bawas MA telah memanggil Sarpin. Pertemuan dilakukan secara tertutup di ruang khusus Mahkamah Agung. Bawas MA menanyakan kebijakan Sarpin yang memenangkan gugatan Budi Gunawan dalam sidang praperadilan itu.

Sarpin mengaku menjelaskan semuanya berdasarkan fakta dan argument hukum.  “Saya merasa putusan itu punya dasar hukum yang kuat. Semuanya sudah clear,” katanya. Ia juga berdalih,  Undang-undang mengenai kekuasaan kehakiman telah mengatur bahwa hakim mendapat jaminan kebebasan dalam memutus perkara.  Sementara kewenangan KY hanya terbatas pada pelanggaran kode etik hakim.

“Nyatanya KY telah menghina saya di depan publik, seolah mengatakan saya hakim yang tidak cakap,” katanya.  Ini yang membuat Sarpin sakit hati. “Sudah terlanjur sangat sakit hati ini,” tambahnya. Karena itu, siapun yang ingin mendamaikan kasus ini, Sarpin tetap menolak.

“Tidak ada maaf untuk KY.Sudah terlalu sabar saya jadi orang,” kata Sarpin.

Ia membenarkan bahwa ada upaya Menko Polkam Tedjo Edhy Purdijatno untuk mempertemukannya dengan dua anggota KY Suparman dan Taufiq. Namun Sarpin menolak. Bahkan Suparman dan taufiq juga sudah minta maaf secara terbuka, itupun Sarpin tidak terima.

“Kalau saya diberhentikan karena tidak mau cabut gugatan ini, maka saya pilih berhenti jadi hakim. Harga diri saya lebih penting dari segala-galanya,” tegasnya. ***

 

Baca Juga

Safari Ziarah Dikaitkan Rencana Nyapres, Ini Tanggapan Panglima TNI

Yogyakarta – Panglima TNI, Jenderal atot Nurmantyo, mengajak para kepala staf angkatan dan petinggi TNI ...

One comment

  1. Awas Ada Zaenal Prikitiww

    Met Petang Video Aneh … maap orang cakep komen paling cepet..

    iiiiiiiiiiihhaa]]