Home / Berita / Satu Partai dengan Jaksa Agung, Akankah Wakil Gubernur Sumut Terjerat kasus Korupsi?

Satu Partai dengan Jaksa Agung, Akankah Wakil Gubernur Sumut Terjerat kasus Korupsi?

Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi
Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi

Setelah Gubernur Sumatera Utara terjerat kasus suap hakim PTUN Medan,  kini giliran wakil Gubernur Tengku Erry Nuradi yang bakal mendapat giliran berhadapan dengan hukum. Erry akan diperiksa sebagai saksi terkait penyelewengan dana bantuan sosial di Sumut  yang dinilai banyak melibatkan lembaga fiktif.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Tony Spontana Selasa (4/8/2015), sore di Kejaksaan Agung Jakarta. “Pemeriksaan kita lakukan besok  (Rabu.red),” sebut Tony Spontana.

Masalahnya, apakah pemeriksaan itu akan independen, mengingat Tengku Erry adalah ketua partai Nasdem Sumut, atau sama dengan partai tempat bernaungnya Jaksa Agung HM Prasetyo?

Menjawab hal ini, Tony menegaskan,  pemeriksaan akan berlangsung secara profesional dan independen. “Tidak ada urusan dengan partai,” katanya.

Tony juga menyatakan, selain wakil gubernur Sumatera Utara, juga terdapat saksi lain yang akan diperiksa. Namun Puspenkum Kejaksaan Agung belum menerima nama lain. Mengenai arah penyidikan, Kejagung masih menelusuri bagaimana penggunaan dana Bansos pada tahun anggaran tersebut guna menentukan kerugian negara dan modus penyelewengannya.

Kasus dana bantuan sosial berawal ketika Badan Pemeriksa Keuangan menemukan indikasi penyelewengan senilai Rp 1,4 Miliar. BPK menemukan tujuh organisasi masyarakat penerima dana bantuan sosial adalah lembaga fiktif.

 

Curiga sejak Awal

Kejaksaan tinggi Sumut sebenarnya telah mencurigai adanya manipulasi dalam penyaluran dana Bansos ini sejak tahun lalu. Itu sebabnya mereka mengeluarkan surat perintah penyidikan (Sprindik) untuk memeriksa sejumlah pejabat di kantor Gubernur Sumatera Utara, temasuk Kepala Keuangan di lembaga itu, Fuad Ahmad Lubis.

Perlawanan muncul dari kantor Gubernur Sumut karena merasa ada yang janggal dari penerbitan Sprindik itu. Sebagaimana disampaikan Fuad dalam pemeriksaan di KPK, Gubernur Sumut Gator Pujo Nugroho lantas mendorong agar masalah Sprindik itu digugat lewat PTUN Medan.

“Kalau Pak Gatot mengatakan ia tidak tahu menahu soal gugatan PTUN itu, berarti dia bohong, sebab yang menyuruh gugatan itu didaftarkan ke PTUN Medan adalah beliau sendiri,” ujar Fuad.

Alhasil, dalam putusannya 5 Juli lalu, PTUN  Medan memenangkan gugatan itu.  Majelis hakim menyatakan Kejaksaan Tinggi Sumut telah melakukan tindakan di luar kewenangannya dengan menerbitkan Sprindik tanpa alasan yang kuat.

Putusan ini memang sangat aneh. Namun sebagai wakil tuhan, putusan hakim tentu tidak bisa diprotes.

Belakangan baru terungkap kalau putusan ini tidak lepas dari ‘main mata’ antara Pemprovsu sebagai penggugat dengan majelis hakim. Tim pengacara Pemprovsu  dari firma hukum OC Kaligis menjadi motor dalam melakukan transaksi  ini. Hingga akhirnya  kasus ini berhasil diungkap KPK melalui operasi tangkap tangan pada 7 Juli lalu.

Delapan orang menjadi tersangka dalam kasus ini, termasuk Gubernur Gatot dan istrinya Evy. Barangbukti suap uang sejumlah 15 ribu dolar amerika dan 5 ribu dlar singapura menjadi barang bukti kasus suap itu.

Setelah terungkapnya kasus memalukan itu, Kejaksaan Agung memutuskan mengambilalih pemeriksaan kasus Bansos Sumut.

“Kita akan periksa dan telusuri penyaluran uang itu secara detil,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Tony Spontana.  Gatot pasti akan dimintai keterangan. Namun sebelum Gatot, pemeriksaan Wakil Gubernur Sumut Tengku Erry lebih didahulukan.

Kapuspenkum Kejaksaan Agung Tony Spontana menegaskan, walaupun Tengku Erry merupakan petinggi di partai yang sama dengan Jaksa Agung, bukan berarti proses pemeriksaan akan terpengaruh.

“Pemeriksaan ini tidak ada kaitannya dengan partai,” tegas Tony.**

Baca Juga

Emas Antam Naik, Pagi Ini Dijual Rp 627.598/Gram

Jakarta – Harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ...