Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / SATU TAHUN JOKOWI-JK : Kepala Staf Kepresidenan Buka Suara, Katanya Ini Tahun Pembenahan

SATU TAHUN JOKOWI-JK : Kepala Staf Kepresidenan Buka Suara, Katanya Ini Tahun Pembenahan

teten

Hari Selasa (20/10) ini genap Pemerintahan Jokowi-JK satu tahun memimpin bangsa. Beragam komentar bermunculan, menilai tentang berbagai hal yang telah dilakukan Jokowi-JK.

Lalu bagaimana tanggapan dari Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki?

Menurut Teten, satu tahun ini merupakan sebagai tahun pembenahan. Ia mengungkapkan bahwa banyak hal yang harus diperbaiki.

“Pertama misalnya inefisiensi ekonomi kita pangkas, subsidi BBM misalnya. Kemudian birokrasi panjang, perizinan rumit ini kita rencanakan dipangkas. Konsolidadi politik, birokrasi dan pembangunan infrastruktur sekaligus mengubah mindset, revolusi mental dan tahun ini kita coba arahkan pembangunan ke depan yang memperkuat lagi indutrialisasi,” ujar Teten di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (20/10) seperti dilansir sebuah media online.

Pemerintah sendiri kini tengah berupaya mengubah pola pikir konsumtif menjadi produktif. Sebab kalau bicara tentang pola pikir, tentu saja perlu waktu lama karena sudah terbentuk sejak masa yang telah lalu.

“Satu tahun pemerintahan memang pertama adalah fokus membangun pondasi yang kuat. Pertama misalnya satu hal yang perlu dilihat ini ada keadaan warisan warisan masa lalu dan keadaan ekonomi global,” kata Teten.

Teten mencontohkan tentang swasembada pangan yang belum bisa terwujud setahun ini. Itu karena 25 persen irigasi rusak, terdapat permasalahan dalam subsidi bibit, waduk yang sudah tak pernah lagi dibangun, hingga penyusutan lahan.

“Tahun ini memang tahun sulit tapi kita gunakan untuk membangun pondasi. Tahun ini memang belum panen,” jelas Teten.

Tentang ekspor sendiri, kita juga selama ini terlalu fokus mengekspor bahan mentah seperti minyak bumi, misalnya. Ketika harga minyak tinggi tentu saja pendapatan meningkat. Tetapi ketika harga minyak turun seperti saat ini, pendapatan berkurang.

“Hitungan kita tahun ke-3 atau ke-4 lah, baru kelihatan hasilnya. Misal program swasembada pangan, setahun kita enggak impor beras dari situ kita sudah tahu kapasitas industri nasional berapa,” terang Teten.

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...