Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / SBY Angkat Suara : Ada Elemen di Lingkar Istana yang tak Suka Dengan Kritik yang disampaikannya

SBY Angkat Suara : Ada Elemen di Lingkar Istana yang tak Suka Dengan Kritik yang disampaikannya

sby334

 

Setelah tidak lagi menjadi presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kerap menyampaikan pandangannya soal kebijakan yang diambil oleh pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lewat media sosial, SBY kerap sampaikan sejumlah pandangan dan pengalamannya selama 10 tahun memimpin negeri.

Tetapi dalam beberapa bulan belakangan ini, SBY sempat menghilang berkomentar soal pemerintah.

Mengapa demikian?

Lewat wawancara yang diunggah melalui Youtube pada 5 Februari silam, SBY mengungkap alasan menghilang sejenak mengkritik pemerintah.

Menurut SBY, ada elemen di lingkar Istana yang tak suka dengan kritik yang disampaikannya.

“Saya masih ingat kalau tidak salah dulu sekian bulan lalu, ketika saya sekali-sekali melepas Twitter, ada pihak yang tidak suka, ada elemen di lingkar kekuasaan yang tidak nyaman bahkan mengirim pesan kepada saya,” ujar SBY dalam wawancara itu seperti dikutip AP, Selasa (9/2).

Ditambahkan oleh SBY, ini negara demokrasi siapapun berhak bicara. Dia bahkan menyindir ada orang yang dulu vocal mengkritik pemerintah namun ketika sekarang berada di kekuasaan justru tak mau dikritik.

“Saya pikir ini negara demokrasi tentu siapapun termasuk saya punya hak untuk berbicara. Dan memang politik itu, kalau saya, saya ingat dulu banyak yang ketika dulu tidak berada di kekuasaan kritisnya luar biasa, menyerang, menghajar, tetapi tidak sedikit begitu berada di lingkar kekuasaan kurang suka dikritik,” demikian SBY.

Ditegaskan oleh SBY bahwa jika kritik yang disampaikannya bertujuan untuk kebaikan bangsa. Menurutnya, dalam politik wajar jika ada yang saling mengkritik dan mengkoreksi.

“Inilah yang kita harus banyak belajar, bahwa itu politik, itu demokrasi, ada kalanya kita mengkritik, mengkoreksi, menyerang. Tapi ketika mengemban amanah, harus bersedia juga dikoreksi, untuk kebaikan,” papar Ketua Umum Partai Demokrat ini.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...