Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Sebanyak 14 Perusahaan Dapen Akan Dilikuidasi

Sebanyak 14 Perusahaan Dapen Akan Dilikuidasi

Otoritas Jasa Keuangan mencatat hingga kuartal I/2015 sebanyak 14 perusahaan dana pensiun masuk proses likuidasi.

Dari jumlah itu sebanyak tiga perusahaan mengajukan pembubaran, lima perusahaan mengajukan rencana kerja likuidasi, sedangkan enam perusahaan mengajukan permohonan persetujuan hasil penyelesaian likuidasi.

Dari permohonan ini otoritas menyesetujui satu perusahaan dana pensiun (dapen) untuk dilikuidasi dan tiga rencana kerja persetujuan likuidasi. Adapun pada triwulan II/2015 terdapat satu perusahaan mengajukan likuidasi yang telah disetujui otoritas.

Dumoly Freddy Pardede, Deputi Komisioner IKNB OJK, menjelaskan bagi perusahaan yang dilikuidasi maka perlindungan bagi peserta maupun penerima manfaat akan dipastikan. Para peserta semaksimal mungkin akan diberi perlindungan.

“(Peserta yang belum pensiun) berubah menjadi iuran pasti dan mengalihkan ke DPLK (dana pensiun lembaga keuangan),” kata Dumoly di Jakarta, Senin (22/06/2015).

Dia menuturkan aset hasil likuidasi untuk pensiunan akan diberikan kepada asuransi, sedangkan bagi pekerja aktif seluruh haknya akan dialihkan kepada DPLK ataupun perusahaan baru penyelenggara manfaat pensiunnya.

Heru Juwanto, mantan Direktur Dana Pensiun dan BPJS Ketenagakerjaan, yang ditugaskan menjadi Direktur Produk dan Kelembagaan OJK per 1 Juni 2015, menjelaskan proses likuidasi dana pensiun ini datang dari permohonan para pendiri. Banyak para pendiri yang merasa tidak sanggup lagi membiayai dana pensiunnya.

“Pasalnya dalam skema manfaat pasti, jika dana pensiun kekurangan uang untuk membayar manfaat maka pendiri harus menanggung kekurangannya,” kata Heru.

PROSES PANJANG

Dia mengatakan proses likuidasi 14 perusahaan telah melewati sejumlah tahap mulai dari pedampingan hingga teguran. Namun, katanya, OJK tidak dapat mengestimasi berapa lama proses likuidasi ini bakal selesai. Pasalnya, setelah izin dicabut masih diperlukan proses yang cukup panjang untuk mencairkan aset.

Penjualan saham pada anak usaha membutuhkan penjajakan investor strategis terlebih dahulu. Apalagi proses likuidasi di saat ekonomi sedang melambat, membutuhkan upaya lebih dari tim likuidator untuk menemukan harga yang pantas. Belum lagi jika aset dana pensiun, banyak yang terikat perjanjian gadai, jaminan atau bersengketa hukum. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan bakal lebih panjang.

Heru mengatakan walau proses likuidasi sulit ditentukan kapan berakhirnya, masing-masing pendiri harus menyampaikan rencana setiap proses likuidasi hingga selesai. “Jika timeline tidak terpenuhi maka wajib mengajukan rencana baru,” katanya.

Sularno, Sekretaris Asosiasi Dana Pensiun, menjelaskan dana pensiun sangat tergantung dengan kondisi bisnis pendiri. Menurutnya, jika pendiri tidak mengeluarkan iuran, maka dana pensiun akan kekurangan likuiditas yang berujung pembubaran.

Dia menuturkan jika perusahaan membubarkan diri dan aset riil tidak mencukupi untuk membayar seluruh iuran yang telah dibayarkan peserta, maka pendiri akan terutang dan wajib membayar.

“Proses penyelesaian kewajiban akan menjadi kewenangan OJK untuk mengawasi,” katanya.

Menurut Sularno, beberapa dana pensiun juga dihadapkan pada banyaknya beban perusahaan yang salah satunya dipicu kewajiban iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Sumber: Harian Bisnis Indonesia

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...