Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Sebanyak 5 Bank Dalam BUKU I Akan Terkena Pukulan Turunya Nilai Tukar Rupiah

Sebanyak 5 Bank Dalam BUKU I Akan Terkena Pukulan Turunya Nilai Tukar Rupiah

Terkait dengan uji ketahanan bank yang dilakukan OJK pada Maret 2015, Irwan menjelaskan tes tersebut dilakukan melalui metode integrated yang mengombinasikan banyak variabel risiko. Dalam tes tersebut, OJK menyebutkan terdapat 5 bank dengan modal di bawah Rp 1 triliun yang akan terkena hit saat rupiah mencapai Rp 15.000 per dolar AS.

Saat ini, kondisi ke-5 bank itu telah membaik setelah diminta untuk menambah modal atau memperbaikki model bisnis mereka. “Yang 3 bank sudah tambah modal, yang 2 hanya menyesuaikan strategi bisnis, seperti memperkuat remedial kredit bermasalah dan efisiensi jaringan kantor atau SDM,” kata Irwan.

Di tengah perlambatan ekonomi serta pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, OJK mengimbau industri perbankan untuk lebih mewaspadai risiko peningkatan kredit bermasalah (non performing loan/NPL) .

Deputi Komisioner Pengawasan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Irwan Lubis mengatakan pihaknya melakukan tes ketahanan bank atau stress test dengan metode one to one variable dan metode integrated dengan memperhatikan risiko pasar, risiko kredit, dan risiko likuiditas. “Dari risiko pasar atau terkait pelemahan kurs tidak ada bank yang kena hit. Kalau dari risiko kredit, bank akan kena hit saat NPL, (non performing loan) bergerak ekstrem hingga 25%,” ucapnya di Jakarta.

Irwan menjelaskan bank-bank tidak akan terkena dampak pelemahan nilai rupiah karena saat ini transaksi valas diindustri perbankan tidak terlalu besar. Sehingga, apabila dites menggunakan satu variabel, yakni nilai kurs, maka bank tidak akan terdampak.

Selain itu, dari 54 bank devisa yang aktif di transaksi valuta asing (valas), 51 bank berada di long position di mana asset dan tagihan valas lebih besar daripada liabilitas valas. Adapun tiga bank lain berada di posisi short dengan posisi devisa netto di bawah 20% akan terdampak, namun dampaknya hanya di penurunan laba dan tidak terpengaruh ke modal bank.

Namun, apabila bank di tes menggunakan kombinasi second round effect, maka pelemahan rupiah akan berdampak ke pelaku usaha yang notabene merupakan debitur bank. Hal ini berdampak pada kemampuan debitur untuk memenuhi kewajiban bayar dan kolektibilitas kredit turun dari lancar menjadi kredit bermasalah.

Dari awal tahun hingga Juni 2015, NPL industri perbankan terpantau menunjukkan tren penaikan. Kendati terus mengalami penaikan, Irwan menuturkan saat ini level NPL, bank masih terjaga atau jauh di bawah batas maksimum yang ditetapkan pihak otoritas. Per Juni 2015 NPL gross perbankan tercatat 2,55% dan NPL net 1,25%. “Tiap bulan memang naik NPL-nya, tetapi rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/ CAR)bank masih belum terpengaruh karena cadangan bank-bank cukup. Dampaknya lebih ke laba rugi dan saya pastikan rentabilitas bank akan turun karena harus bikin cadangan,” ucapnya.

Adapun untuk menekan laju penignkatan NPL, Irwan menuturkan OJK telah menerbitkan 12 kebijakan sektor perbankan yang salah satunya syarat restrukturisasi kredit dilonggarkan. Bank dapat merestrukturisasi pembiayaan yang dinilai berpotensi memburuk tanpa harus menunggu pembiayaan masuk kategori kolektibilitas II. Melalui kebijakan tersebut, pihak pengawas menyakini peningkatan NPL dapat tertahan antara 0,3% hingga 0,5%.

Sebelumnya, Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto juga menyatakan saat ini kualitas kedit merupakan hal penting yang mesti dijaga dibandingkan dengan kuantitas kredit. “Direktur Utama PT BNI Syariah Dinno Indiano mengatakan perseroan akan menjaga kualitas pembiayaan pada sisa akhir tahun ini. Terlebih, level rasio pembiayaan bermasalah gross perseroan per Juni 2015 tercatat 2,42% atau mengalami peningkatan sebesar 43 basis point (bos) secara tahunan dibandingkan semester I/2014 yang sebesar 1,99%.

Sumber : Harian Bisnis Indonesia

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...