Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Sebelum Ada Putusan Pengadilan, Gatot tetap Menjabat Gubernur Sumut

Sebelum Ada Putusan Pengadilan, Gatot tetap Menjabat Gubernur Sumut

Gatot dan OC Kaligis dalam sebuah acara di Medan
Gatot dan OC Kaligis dalam sebuah acara di Medan

Jakarta – Status tersangka  kasus suap  yang telah melekat pada Gatot Pujo Nugroho tidak serta merta membuat dia langsung dipecat sebagai Gubernur Sumut.  Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengatakan jabatan Gubernur tetap melekat pada Gatot  sebelum ada putusan tetap atau Inkrah dari pengadilan.

Kalaupun nanti Gatot ditahan dan kemudian diajukan ke pengadilan, Menteri Dalam Negeri hanya bisa mengeluarkan rekomendasi agar Gatot diberhentikan sementara. Untuk jabatan sementara itu, tanggungjawab kepala Pemerintahan di Sumut akan diberikan kepada wakilnya Teungku Erri Nuradi.

“Untuk posisi Gubernur tetap diberlakukan asas tak bersalah, sampai masuk persidangan,” ujar Tjahjo.

Tapi begitu Gatot diputus bersalah, dan putusan tersebut berkekuatan hukum tetap, maka pemerintah akan mengeluarkan rekomendasi untuk DPRD Sumatera Utara, agar Gatot dicopot dari jabatannya.

Proses seperti itu telah dilakukan terhadap mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah, yang sudah diputus bersalah oleh pengadilan hingga ke tingkat Mahkamah Agung (MA), atas kasus korupsi.

Tjahjo mengaku sudah menerima surat resmi dari MA terkait putusan Atut. Atas dasar surat tersebut, ia akan mengirimkan laporan ke Presiden Joko Widodo. Rencanannya Presiden akan mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) terkait pencopotan Atut.

“Nanti Keppres itu akan dijadikan rujukan DPRD Banten,” ujarnya.

Gatot dan istri mudanya, Evy Susanti, ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK, Selasa 27 juli, usai menjalani pemeriksaan di kantor lembaga anti rasuah tersebut.

Gatot dan Evy dijerat Pasal 6 Ayat 1 huruf a dan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b dan atau pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU 20 tahun 2010 jo pasal 64 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 KUHP.

Keduanya dijerat terkait kasus dugaan suap, yang melibatkan hakim di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Medan. Kasus tersebut juga menyeret pengacara Otto Cornelis Kaligis, dan pengacara M. Yagari Bhastara alias Gerry. Gatot masih akan berhadapan dengan kasus penyelewengan dana bantuan sosial yang saat ini mulai diseliki ulang oleh Kejaksaan tinggi Sumut.

Jika penyelewengan itu terbukti ada, maka Gatot bisa saja terjerat dengan dua kasus korupsi, yaitu kasus suap hakim sebagai pemberi dana, dan kasus penyelewengan dana bansos sebagai penegak kebijakan. *

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...