Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Sejumlah Negara Mengancam Jika Warga Negaranya Di Eksekusi

Sejumlah Negara Mengancam Jika Warga Negaranya Di Eksekusi

presiden perancis

Pelaksanaan eksekusi hukuman mati tahap II yang akan dilaksanakan pada 10 terpidana hanya tinggal menghitung waktu. Mereka berasal dari beberapa negara. Namun belum juga dilakukan, pemerintahan asal negera mereka mulai menebarkan ancaman.

Presiden Perancis Francois Hollande misalnya akan memberikan peringat keras dan ancaman kepada pemerintah Indonesia jika warga negaranya, Sergei Atloui selaku terpidana mati jadi dieksekusi.

Akan ada konsekuensi yang bersifat diplomatik diterima pemerintah Indonesia dari Prancis dan Uni Eropa. Paling tidak Perancis akan menarik duta besarnya dari Indonesia hingga tidak ada kunjungan ke Indonesia.

Ia pun mengancam menunda realisasi kerjasama yang telah disepakati dirinya dan Presiden Jokowi saat KTT G20 pada November 2014 lalu.

Sebelumnya ada pula pernyataan dari Perdana Menteri Australia Tony Abbot beberapa waktu lalu yang mendesak Indonesia untuk mengingat kontribusi besar Canberra dalam bantuan setelah tsunami dahsyat tahun 2004 dan membayar kemurahan hati itu dengan membatalkan eksekusi mati terhadap dua warga negaranya Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Tony Abbot membantah kalau hal itu bukan suatu ancaman tapi merupakan peringatan.

Ancaman serius sendiri sesungguhnya diperlihatkan oleh Brasil dan Belanda dengan menarik duta besarnya di Indonesia, ketika warga negaranya yakni Marco Archer Cardoso (Brasil) dan Ang Kiem Soei (Belanda) yang di eksekusi mati pada tahap I bulan Januari 2015 silam. Bahkan tak kalah hebohnya, pemerintah Brasil yang tiba-tiba menunda pemberian mandat kepada Duta Besar Indonesia untuk Brasil.

Terkait dengan adanya ancaman dari mereka, Jaksa Agung HM Prasetyo Prasetyo pun tak gentar dengan peringatan sekaligus ancaman Presiden Prancis yang akan memberi sanksi diplomatik ke pemerintah Indonesia hingga menggalang kekuatan negara-negara Uni Eropa dan Australia.

“Eksekusi mati jalan terus. Tekanan seperti ini sudah biasa terjadi. Sama seperti sebelum-sebelumnya,” ujar Prasetyo.

Menurut Prasetyo tidak sepatutnya seorang presiden mengatakan hal seperti itu. Sebab setiap negara telah menyatakan untuk menghormati hukum masing-masing negara.

Apalagi, sambungnya, hukum di Indonesia telah memberikan kesempatan kepada setiap terpidana hukuman mati, termasuk Sergei Atloui, untuk melakukan upaya hukum mulai dari Peninjauan Kembali (PK), Pengampunan Presiden (Grasi) hingga gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN)

Sementara itu Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan kalau eksekusi mati adalah masalah hukum. Pelaksanaan eksekusi mati dengan masalah diplomatik adalah hal yang berbeda dan seharusnya Perancis memahami hal itu.

Dukungan serupa datang gedung parlemen. Salah seorang anggota Komisi I DPR RI meminta agar pemerintah tak usah takut dengan gertakan Perancis dan beberapa negara. Eksekusi mati harus tetap dilaksanakan.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...