Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Sekolah Hanya Lima Hari Akan diuji coba di Jateng

Sekolah Hanya Lima Hari Akan diuji coba di Jateng

smk kejuruan

Selama ini para murid di Indonesia mengikuti pendidikan di sekolah formal dalam seminggunya selama enam hari alias dari Senin hingga Sabtu, dimana 7-8 jam pelajaran setiap harinya.

Dulu memang sempat berkembang wacana bagaiamana kalau sekolahnya hanya 5 hari sementara jam pelajarannya ditambah dari pagi hingga sore. Sehingga pada hari Sabtu siswa bisa libur. Namun wacana ini hilang begitu saja, paling hanya segelintiran sekolah swasta yang ada menerapkan sekolah lima hari.

Terkait dengan hal itu, Pemrov Jateng telah melakukan kajian dan hasilnya akan menguji sekolah hanya lima hari dalam sepekan.

Menurut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,”Setelah melakukan kajian, kami akan melakukan uji coba sekolah hanya lima hari dalam sepekan di tiga jenjang pada tahun ajaran baru mendatang.”

Ketiga jenjang yang akan diuji coba adalah sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, dan sekolah luar biasa.

Agar penerapan uji coba lima hari sekolah di Jateng berjalan, Gubernur berencana menyurati bupati dan wali kota di 35 kabupaten/kota karena pengelolaan sekolah menjadi wewenang masing-masing pemerintah daerah.

Apa tujuan pemprov menerapkan kebijakan tersebut?

Menurut Ganjar bahwa penerapan program waktu belajar selama lima hari sekolah dalam sepekan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pertemuan dengan orang tua masing-masing.

Setiap orang tua, lanjutnya, harus memperhatikan kualitas pertemuan dengan anak-anaknya di luar jam sekolah sehingga komunikasi antarkeluarga dapat berjalan baik.

Rencana penerapan ujicoba sekolah lima hari di Jateng mendapat respon dari anggota dewan. Dalam sebuah media online, Ketua Fraksi PKS DPRD Jateng Karsono menuturkan,”Uji coba program lima hari sekolah juga harus dilakukan secara cermat dengan mempertimbangkan kondisi pada masing-masing sekolah karena kondisi sekolah di Kota Semarang dengan sekolah di pelosok kabupaten itu berbeda.”

Menurutnya, kajian terhadap rencana penerapan program lima hari sekolah harus mewakili masyarakat secara menyeluruh, tidak hanya segelintir kelompok atau sekolah.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...