Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Seleksi Akhir Capim KPK Berupa Wawancara Paralel dan Penelusuran Track Record

Seleksi Akhir Capim KPK Berupa Wawancara Paralel dan Penelusuran Track Record

Panitia Seleksi Capim KPK
Panitia Seleksi Capim KPK

Proses seleksi calon pimpinan KPK akan memasuki tahap terakhir.   Juru Bicara Pansel KPK Betty Alisjahbana mengatakan, tes selanjutnya bagi 19 kandidat yang dinyatakan lolos seleksi berupa tes kesehatan dan wawancara yang akan dilakukan pada 24-26 Agustus 2015. Nantinya, mereka akan menjalani tes tahap empat secara paralel.

“Saat wawancara, mereka akan menghadapi sembilan orang yang berasal dari tim Pansel. Materi yang akan ditanyakan pun berbeda-beda,” ujar Betti. Nama-nama yang lolos tahap keempat nantinya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo pada 31 Agustus 2015.

Selain melakukan tes secara formal, investigasi  dan penelusuran data para capim terus dilakukan tim panitia seleksi. Mereka sudah bekerjasama dengan polisi dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) guna mengusut track record para kandidat.

Sampai Rabu 12 Agustus, sejumlah data tentang para kandidat itu telah diterima tim seleksi, termasuk data dari PPATK yang menyebutkan ada setidaknya 10 dari kandidat capim KPK yang memiliki transaksi mencurigakan. Tidak disebutkan apakah 10 nama itu termasuk dalam 19 yang lolos pada seleksi tahap ketiga yang lalu.

Pihak PPTAK sama sekali tidak mau buka suara mengenai hal ini. Ketua PPATK,  M Yusuf mengaku sudah menyerahkan data itu kepada presiden dan tim seleksi.  “Pokoknya semua ada 10 orang yang mencurigakan. Saya tidak menyebut namanya, ” ujar Yusuf. Dari 10 nama itu, kata Yusuf,  ada yang diberi catatan ringan hingga berat.

Berikut ini nama Capim KPK yang akan mengikuti seleksi terakhir:

  1. Ade Maman Suherman (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Jenderal Soedirman)
  2. Agus Rahardjo (Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan)
  3. Alexander Marwata (Hakim Ad Hoc Tipikor PN Jakarta Pusat)
  4. Brigjen Pol Basaria Panjaitan (Widyaiswara Madya Sespimti Polri)
  5. Budi Santoso (Komisioner Ombudsman)
  6. Chesna Fizetty Anwar (Direktur Kepatuhan Standard Chartered Bank)
  7. Firmansyah TG Satya (Pendiri dan Direktur Intercapita Advisory, Consultant Strategic and Business, Investment Banking, Audit and Governance Risk Management)
  8. Giri Suprapdiono (Direktur Gratifikasi KPK)
  9. Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji (mantan Aspam KSAD)
  10. Jimmly Asshiddiqie (Ketua DKPP)
  11. Johan Budi SP (Pimpinan sementara KPK)
  12. Laode Muhammad Syarif (Lektor Universitas Hasanuddin)
  13. Mohammad Gudono (Ketua Komite Audit UGM dan Direktur Program Magister Akuntansi UGM)
  14. Nina Nurlina Pramono (Direktur Eksekutif Pertamina Foundation)
  15. Saut Situmorang (Staf Ahli Kepala BIN)
  16. Sri Harijati (Direktur Perdata Jam Datun Kejaksaan Agung)
  17. Sujanarko (Direktur Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi KPK)
  18. Surya Tjandra (pengacara publik)
  19. Irjen Pol Yotje Mende ( Mantan Kapolda Papua)

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...