Home / Berita / Politik / Hasil Real Count KPU Pilpres 2014 : Sementara Prabowo Unggul dalam Rekapitulasi Nasional di 15 Provinsi

Hasil Real Count KPU Pilpres 2014 : Sementara Prabowo Unggul dalam Rekapitulasi Nasional di 15 Provinsi

Hasil real Count KPU Pilpres 2014 Sementara Hari ini
Proses rekapitulasi suara tingkat nasional Pilpres 2014 oleh KPU pada hari pertama sudah menyelesaikan 15 provinsi. Dari data sementara yang sudah berhasil di verifikasi, pasangan Prabowo-Hatta unggul dari Jokowi-JK di 15 provinsi.

Berdasarkan data rekapitulasi terakhir yang digelar di kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakpus, Minggu (20/7/2014) hingga pukul 24.00 WIB, sudah 15 provinsi yang dibacakan dan disahkan oleh KPU.

Jika dijumlahkan dari total 15 provinsi tersebut, pasangan Prabowo-Hatta untuk sementara unggul dengan mengumpulkan total 13.176.384 suara sementara pasangan nomor unrut 2 Jokowi-JK mendapat 12.249.515 suara.

Akan tetapi dari 15 provinsi yang sudah diverifikasi, pasangan nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla, sementara ini unggul di 9 provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, DIY, Bengkulu, Sulawesi Barat, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Adapun Prabowo-Hatta mendapat suara tinggi di NTB, Aceh, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Gorontalo, dan Sumatera Barat.

Berikut rincian perolehan suara kedua pasangan calon di 15 provinsi seperti dilansir dari Detik.com :

1. Kalimantan Barat:
Prabowo-Hatta: 1.032.354 suara
Jokowi-JK: 1.573.046 suara

2. Nusa Tenggara Barat:
Prabowo-Hatta: 1.844.178 suara
Jokowi-JK: 701.238 suara

3. Aceh:
Prabowo-Hatta: 1.089.290 suara
Jokowi-JK: 913.309 suara

4. Sumatera Selatan:
Prabowo-Hatta: 2.132.163 suara
Jokowi-JK: 2.027.049 suara

5. Kalimantan Selatan:
Prabowo-Hatta: 941.809 suara
Jokowi-JK: 939.748 suara

6. Kepulauan Riau:
Prabowo-Hatta: 332.908 suara
Jokowi-JK: 491.819 suara

7. Jambi:
Prabowo-Hatta: 871.316 suara
Jokowi-JK: 897.787 suara

8. Bangka Belitung:
Prabowo-Hatta: 200.706 suara
Jokowi-JK: 412.359 suara

9. D.I Yogyakarta:
Prabowo-Hatta: 977.342 suara
Jokowi-JK: 1.234.249 suara

10. Bengkulu:
Prabowo-Hatta: 433.173 suara
Jokowi-JK: 523.669 suara

11. Sulawesi Barat:
Prabowo-Hatta: 165.494 suara
Jokowi-JK: 456.021 suara

12. Kalimantan Tengah:
Prabowo-Hatta: 468.277 suara
Jokowi-JK: 696.199 suara

13. Sulawesi Tenggara:
Prabowo-Hatta: 511.134 suara
Jokowi-JK: 622.217 suara

14. Gorontalo:
Prabowo-Hatta: 378.735 suara
Jokowi-JK: 221.497 suara

15. Sumatera Barat:
Prabowo-Hatta: 1.797.505 suara
Jokowi-JK: 539.308 suara

Rekap suara nasional Pemilu presiden 2014 ini akan dilanjutkan kembali hari ini Senin (21/7/2014) mulai 10.00 WIB. Masih ada 18 provinsi lagi yang belum direkap perolehan suaranya oleh KPU RI dengan suara terbesar di wilayah Jawa.

Tim Prabowo akan Pindanakan KPU Jika Rekapitulasi masih dilanjutkan
Meskipun sering kali Prabowo mengucapkan akan menerima apapun hasil perhitungan suara KPU yang akan diumumkan besok, namun Tim hukum pasangan calon presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memberi batas waktu Komisi Pemilihan Umum hingga Senin (21/7/2014) pagi. Jika rekapitulasi nasional tetap dilanjutkan, maka tim Prabowo akan melaporkan KPU ke ranah hukum.

“Ini kan apabila ini tetap dilaksanakan, kita melihat perkembangan sampai besok. Ketika besok (rekapitulasi nasional) masih dilakukan, baru kita ambil action,” kata anggota tim hukum Prabowo Hatta, Alamsyah, seusai pertemuan Prabowo dengan sejumlah elite Koalisi Merah Putih di Hotel Four Seasons Jakarta, Minggu (20/7/2014) siang Seperti dikutip dari Kompas.com.

Dalam pertemuan tertutup tersebut, Alamsyah dan sejumlah anggota tim hukum lainnya memaparkan kepada Prabowo dan elite koalisi mengenai kecurangan yang terjadi di berbagai daerah. Mereka sepakat KPU harus menghentikan proses rekapitulasi nasional yang saat ini sudah berjalan.

“Jadi sekarang kita belum bicara itu (proses hukum) dulu, kita baru bicara minta rekapitulasi ditunda. Tapi kalau sampai besok rekapitulasi masih terus jalan, kita baru akan bertindak,” ujarnya.

Terkait gugatan ke Mahkamah Konstitusi sendiri, Alamsyah belum mau berandai-andai. Pasalnya, dia masih melihat peluang Prabowo-Hatta meraih kemenangan. Alamsyah juga tidak mau berandai-andai bahwa pihaknya akan kalah.

“Kalau untuk ke MK, setelah hasil penetapan, baru kita putuskan karena tidak tahu apakah kita terkait atau pemohon. Kalau kita menang, kan jadi pihak terkait. Kalau kita kalah, jadi pihak pemohon,” ujarnya.

Kita Akan terus Menunggu hasil rekap tingkat nasional ini sampai selesai dari KPU, dan semoga pada tanggal 22 nanti baik pihak yang menang maupun pihak yang kalah mampu menerima semua keputusan KPU dengan damai.

Dapatkan update berita terbaru pilpres 2014 serta hasil real count KPU hanya di Aktualpost.com

Baca Juga

Ini Isi Puisi Fadli Zon untuk Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK

Dua tahun pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla, rupanya disambut oleh Wakil Ketua DPR ...