Home / Berita / Nasional / Semua Orang Menghujat Margareth, Farhat Abbas Malah Membela

Semua Orang Menghujat Margareth, Farhat Abbas Malah Membela

Saat in kasus kematian Angeline, bocah 8 tahun yang ditemukan terkubur di belakang rumah ibu angkatnya di Denpasar, Bali, menyita perhatian banyak orang.

Disaat semua orang menghujat ibu angkat Angeline, Margareth, Pengacara kondang yang cenderung kontroversi ini malah membela Margareth. Melalui akun twitternya, Farhat mengatakan, ”Kalo Margareth yang bunuh Angeline? Ngapain di buat laporan polisi anak hilang? Emangnya dia bodoh? Atau setolo itu?

Dan ketika Margareth menolak kedatangan Menteri Pendayagunaan Aparatus Negara dan Reformasi Birokasi (MenPAN-RB) Yudi Chrisnandi, Farhatpun mengungkapkan bahwa Margareth melarang masuk ke dalam rumahnya karena malu banyak ayam, anjing ribut dan kotor, bukan karena menyembunyikan mayat.

Tak hanya itu, Farhatpun berpendapat bahwa Margareth bisa mempraperadilan kasusnya. Sementara ini ia bisa dijerat hukum atas kasus penelantaraan anak.

Farhat pun menambahkan bahwa Margareth dapat mempraperadilan kasusnya demi memperbaiki nama baiknya dan melurus segala pemberitaan miring tentang dirinya dan Margaret tidak bisa disangka menelantarkan anak dengan segala cara dan upaya (karena rumahnya kotor dan kumuh) nanti semua orang miskin dan kumuh masuk penjara.

Kepolisian Resor Kota Denpasar Bali, yang telah menetapkan Agus sebagai tersangka yang menurut pengakuan terakhir dirinya melakukan pembunuhan terhadap Angeline karena diiming-iming imbalan sebesar Rp 2 miliar.

Dan dengan pengakuan Agus tersebut, Farhat berpendapat bahwa jika alasan mengapa Agus membunuh adalah sebagai alibi untuk menghindari tuduhan sebagai dalang pembunuhan maka Agus adalah sosok yang bisa membunuh namun tidak bisa menyembunyikan perbuatannya.

“Si Agus jago membunuh, tapi nggak pandai beralibi” tambah Farhat.

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...