Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Senjata Apa Saja Yang Digunakan Pemerintah Untuk Mengangani Perlambatan Perekonomian ?

Senjata Apa Saja Yang Digunakan Pemerintah Untuk Mengangani Perlambatan Perekonomian ?

Apa saja senjata yang akan digunakan oleh pemerintah untuk menangani perlambatan perekonomian serta strategi apa yang akan diambil untuk mengantisipasi agar rupiah tidak terus memburuk, berikut penjelasannya.

Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro memaparkan masyarakat umum dan investor tidak perlu dikhawatir terhadap depresiasi yang melanda pasar saat ini. Pelemahan tersebut dinilainya tidak berhubungan dengan fundamental perekonomian. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia merekam nilai tukar rupiah tergerus sebesar 11,69% sepanjang tahun berjalan (year-to-date) menjadi Rp.13.895 per dolar AS pada pembukaan perdagangan terkakhir pada pekan ini.“Rupiah saat ini sedang bergerak dengan Irasional. Ya, itu akibat dari devaluasi yuan dan mungkin penurunan harga minyak, sehingga pasar kehilangan keseimbangan. Jadi, tidak terkait dengan current account atau inflasi,” ujarnya, Jumat (21/8).

Untuk membahas masalah ini, lanjutnya, Forum Komunikasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) akan menggelar rapat terbatas sekaligus merumuskan langkah dan kebijakan apabila pergerakan nilai tukar dinilai sudah mengkhawatirkan. Pada Jumat (21/8), Kemenkeu melaksanakan transaksi pembelian kembali (buyback) surat utang Negara (SUN) secara langsung di pasar sekunder dengan mengunakan fasilitas dealing room DJPPR, senilai Rp.500 milliar. Menurut keterangan resmi, tujuan transaksi SUN secara langsung ini dimaksudkan untuk memberi support lantaran sedang terjadi tekanan penjualan. Sebelumnya, pada 12 Agustus 2015, pemerintah juga melakukan buyback terhadap dua seri SUN lain dengan nilai nominal sebesar Rp. 401,29 milliar.

Bambang mengakui indikasi perang kurs (currency war) memang kian menguat sejak China mendevaluasi yuan beberapa waktu lalu, sehingga semua Negara bertendesi untuk melemahkan mata uang masing-masing. “Jadi kondisinya, sekarang orang cuma cari safe heaven sementara. Semua lari ke posisi yang paling aman, ya ke dolar AS atau treasury-bill (SUN AS yang bertenor kurang dari setahun),” ujar Bambang. Dia menjelaskan saat pemerintah masih berupaya menjaga pasar sekunder surat berharga Negara lebih aktif, agar arus modal keluar tidak terlalu besar. “Caranya yakni dengan menjaga agar lelang SBN lebih atraktif”

Senjata Lain

Berikutnya, kata Bambang, masih ada ‘senjata’ lain, yaitu meminta perusahaan pelat merah yang berada dibawah kendali Kementerian Keuangan untuk terus membantu melakukan stabilisasi pasar dengan melakukan buyback SBN. “Pasti, kami punya strategi untuk stabilisasi. Yang jelas kami tidak mau panik. Tidak semua harus dibeli. Kalau berhadapan dengan kondisi pasar irasional memakai langkah biasa, ya bisa tenggelam sendiri. Kami harus melakukannya secara hati-hati,” jelas Menkeu. Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad, menuturkan pihaknya berencana merilis paket kebijakan lain untuk meningkatkan daya tahan sektor jasa keuangan setelah paket 35 kebijakan yang telah diluncurkan sebelumnya.

“Kami sedang menggodok lima Peraturan OJK lain di pasar modal, yang menyasar soal perluasan pasar, membangun mekanisme dan kemudahan industry kecil dan menengah, modah ventura serta asset-backed securities (ABS) dengan underlying microfinance,” ujarnya. Di sisi lain, Bank Indonesia menegaskan tetap berupaya menyerap volatilitas dengan melakukan optimalisasi operasi moneter. BI menilai pelemahan rupiah murni terjadi karena faktor global, bukan fundamental. “Bank sentral terus mengikuti perkembangan di pasar dan tidak segan intervesi ketika diperlukan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara, Jumat (21/8).

Secara terpisah, Menteri Perdagangan Thomas Lembong menilai Indonesia terlambat mengantisipasi pelemahan rupiah. Namun, dia optimistis Indonesia dapat mengatasinya, salah satunya dengan meningkatkan investasi. Sejumlah kalangan berpendapat jatuhnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 4.335,95 dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga ke posisi Rp.13.941 per dolar AS ditenggarai terjadi akibat sentiment yang berlebihan. Ekonom PT Bank Danamon Dian Ayu Yustina mengganggap kondisi ini berada diluar batas kewajaran. Menurutnya, sentiment tersebut dipicu beberpa hal, di antaranya kekhawatiran pasar global akan currency war yang selama ini telah dilakukan Tiongkok dan Vietnam, serta adanya perang harga di sektor minyak.

Sumber : Harian Bisnis Indonesia

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...