Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Seorang Polisi Bunuh Seorang Tenaga Honorer hanya karena Bersin

Seorang Polisi Bunuh Seorang Tenaga Honorer hanya karena Bersin

ilustrasi
ilustrasi

Brigadir Suryanto, anggota  Polres Pinrang, Sulawesi Selatan pantas mendapat julukan polisi arogan dan biadab, karena ia tega menikam hingga tewas  seorang warga hanya karena tidak sengaja bersin di depannya. Adi Wijaya korban pembunuhan itu  adalah ayah tiga anak, yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga honorer di Dinas Pengarian, Sumber Daya Air dan Pekerjaan Umum Kabupaten Pinrang.

Persoalan ini bermula ketika Suryanto dan istrinya  sedang makan di warung Sari Laut, Jalan Abdulah, Kecamatan Paletang, Kabupaten Pinrang, Senin dini hari.  Saat itu, korban Adi Wijaya bersama tiga orang temannya makan di ruang sebelah. Tak sengaja, Adi  bersin dan ia pun tertawa. Teman-temannya yang lain juga turut tertawa.

Tapi tidak demikian dengan Suryanto. Ia sangat tersinggung dengan bersin itu dan menganggap Adi dan teman-temannya meremehkannya. Kendati merasa tersinggung, pelaku awalnya masih bisa menahan diri dan kemudian pulang bersama istrinya.

Tak di sangka,  Suryanto ternyata kembali ke rumah makan itu dengan membawa sebilah badik yang diambilnya di rumah. Ia lalu menemui Adi dan teman-temannya yang masih ada di tempat itu. “Apa maksudmu bersin sambil tertawa di dekat aku!” bentaknya.

Tak diterima diperlakukan kasar seperti itu, Adi dan teman-temannya melawan sehingga terjadi perkelahian satu melawan empat. Merasa terpojok, Suryanto lantas mengeluarkan badik yang ia bawa dan menusukkannya ke perut Adi Wijaya. Korban langsung tersungkur karena tusukan itu sangat dalam.

Adi sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong karena terlalu banyak mengeluarkan darah. Polisi yang bertindak cepat langsung menahan Suryanto.

Duka yang mendalam  tentu saja dirasakan keluarga korban. Istri korban, Masriani, minta agar polisi mengusut kasus ini secara adil dan menghukum pelaku seberat-beratnya.

“Kami berharap pihak kepolisan berlaku adil, hukum pelaku walaupun ia seorang polisi,” lirih Masriani sebagaiman dikutip dari tribun. Korban dimakamkan Senin sore waktu setempat.**

Below Article Banner Area

Baca Juga

demo-ahok-4-november-ini-reaksi-nu-muhammadiyah

Demo Ahok 4 November, Ini Reaksi NU & Muhammadiyah

Nadlatul Ulama (NU) maupun Muhammadiyah mengaku tak bisa menolak aksi demo 4 November 2016, namun ...