Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Seperti Apa Komentar ‘Pembantu Presiden’ Tentang Reshuffle

Seperti Apa Komentar ‘Pembantu Presiden’ Tentang Reshuffle

kabinet

Angin reshuffle terhadap Kabinet Kerja kian hari makin kencang saja. Presiden RI Joko Widodo yang ditanya tentang reshuffle secara implisit tak mau menjawabnya. Sedangkan Wakil Presiden dengan tegas menyatakan ‘lampu hijau’ akan dilakukan reshuffle.

Hasil survei sejumlah lembaga jejak pendapat ataupun lembaga swadaya masyarakat, menyatakan kalau Presiden perlu melakukan reshuffle terhadap beberapa menteri. Ada sekitar 8 menteri yang perlu direshuffle karena kinerjanya kurang maksimal dan dianggap tidak mampu mewujudkan program Nawa Cita. Menteri tersebut seperti Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Keuangan, Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri BUMN, Menteri Riset dan Teknologi, Menteri Bappenas, dan Sekretaris Kabinet.

Selain hasil survai, reshuffle juga datang dari PDIP. Ini terlihat ketika para elite PDIP berbondong-bondong menemui Presiden Jokowi di Istana Negara Rabu (6/5) lalu. Pertemuan itu juga membicarakan sejumlah kementerian yang dinilai kurang maksimal, seperti Kementerian PU, Kesehatan, dan Perdagangan.

Lalu, seperti apa sih tanggapan dan pendapat para menteri sebagai ‘pembantu presiden’ tentang reshuffle? Aktualpost coba merangkumnya dari berbagai sumber, berikut komentarnya:

Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Tedjo Edhy Purdijatno : “Reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Para menteri hanya fokus untuk bekerja membantu presiden. Silakan tanya kepada beliau. Kami tidak pernah tahu.”

Menteri Koordinator Perekonomian, Sofyan Djalil : “Masalahnya adalah ekonomi lagi sulit. Siapa pun dalam posisi menko perekonomian atau posisi ekonomi adalah paling sulit, karena ekonomi sulit itu. Penilaian kinerja yang buruk terhadap kementerian bidang ekonomi terlontar karena adanya kebijakan-kebijakan bagus yang dianggap tidak populer oleh masyarakat.”

Menteri Keuangan, Bambang Brodjonegoro : “Terserah.”

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno : “Saya belum mendapat sinyal mengenai Reshuffle Kabinet pemerintahan Jokowi-JK. Sejauh ini Jokowi hanya melakukan evaluasi kinerja para menterinya.”

Menteri BUMN, Rini Soemarno : “Tanggapan saya enggak ada karena akhirnya yang menilai adalah atas saya, dalam hal ini Presiden. Setiap menteri memiliki tanggungjawab kepada presiden. Oleh karena itu, orang yang paling tahu kinerja sebagai menteri adalah Presiden Jokowi.”

Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu : “Saya tidak tahu menahu kemungkinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle atau perombakan kabinet. Presiden Jokowi tidak mungkin berbicara kepada menteri jika ingin melakukan reshuffle kabinet. Diam-diam tahu-tahu kena aja, kan begitu.”

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago : “Jadi ini (Bappenas) lembaga perencanaan untuk menghasilkan ide pembangunan yang berkualitas, jadi jangan dicampuradukkan dengan kinerja mencapai target, karena itu adalah urusan kementerian yang teknis. Nah kalau (kritik) soal target ekonomi tidak tercapai ke Bappenas itu salah alamat,”

Menteri Kesehatan, Nila Moeloek : “Soal penilaian kinerja itu tentu Bapak Presiden. Kalau memang kinerja tidak baik dan harus di-reshuffle, ya kita menerima saja.”

Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel : “Saya enggak pernah mikirin (reshuffle). Saya hanya menjalankan tugas saya sesuai saya punya ini. Saat ini tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai menteri sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo.”

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly : “Saya siap jika memang Presiden Jokowi akan mereshuffle kabinetnya.”

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Yuddy Chrisnandi : “Saya siap jika ada reshuffle dan dirinya dicopot dari posisi menteri. Kalau reshuffle-nya itu sepenuhnya kewenangan presiden. Saya sendiri belum pernah mendengar rencana tersebut kan baru kata teman-teman saja.”

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan : “Saya tidak pernah ada komunikasi dengan Presiden mengenai perombakan kabinet. Enggak ada. Enggak ada bocoran soal itu.”

Menteri Perindustrian, Saleh Husin “Saya tidak pernah memikirkan hal tersebut. Yang penting saat ini dirinya tetap bekerja seperti biasa.Kalau ada isu apa-apa biarkan saja, yang penting kerja, kerja, kerja.”

Menteri Agraria dan  Tata  Ruang, Ferry Mursyidan Baldan : “Itu adalah hak prerogatif Presiden Joko Widodo. Kalau evaluasi ya presiden lah, masa kita (yang) evaluasi. Rencana perombakan kabinet ini merupakan evaluasi kinerja para pembantu presiden.”

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said : “Saya siap jika harus direshuffle. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi yang memiliki hak prerogatif. Kalau bekerja tidak siap diganti itu, tidak usah kerja.”

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa “Itu, tanyakan saja kepada Bapak Presiden yang punya kewenangan.”

Sekretaris Kabinet, Andi Widjajanto “Saya lagi belajar tidak komentar.”

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...