Home / Berita / Nasional / Sering jadi ‘Bancakan Sosial’, Pengamat LIPI Anjurkan : Setop Dana Bansos

Sering jadi ‘Bancakan Sosial’, Pengamat LIPI Anjurkan : Setop Dana Bansos

bansos

 

Sepertinya Dana bantuan sosial (bansos) kerap disalahgunakan kepala daerah di sejumlah tempat. Penyalahgunaan dana tersebut kian marak menjelang pemilihan kepala daerah. Tetapi belum juga ada solusi buat masalah itu.

Menurut pengamat otonomi daerah di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, alokasi dana bansos sebaiknya mulai disetop dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah. Cara itu dinilai ampuh, agar dana bansos tidak semakin disalahgunakan menjadi bancakan sosial.

“Lebih baik, anggarannya dialihkan menjadi dana alokasi khusus atau dana desentralisasi,” ujar Siti Zuhro dalam diskusi mingguan bertajuk Bancakan Sosial, di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11).

Ditambahkan olehnya, sebagian besar daerah yang menjalankan otonomi menunjukkan adanya kekurangan anggaran untuk program kesehatan dan pendidikan. Sebab selama ini, presentase APBD lebih banyak digunakan untuk belanja rutin yakni membayar gaji pegawai.

Sementara itu Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri, Reydonnyzar Moenek tak sependapat dengan Siti Zuhro.

Menurut Donny, sapaan Reydonnyzar Moenek bahwa alokasi bantuan sosial dan hibah tidak bisa dihapuskan. Yang bisa dilakukan adalah perbaikan alokasinya.

“Kalau kita tiadakan bagaimana masyarakat yang rentan sosial?,” ujar Donny.

Pria yang kini menjabat Plt Gubernur Sumatera Barat itu menambahkan, sekarang ini Kemendagri tengah menyusun revisi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 32 dan 39.

Nantinya, dana bansos dialokasikan berdasarkan tiga klasifikasi. Misalnya, bagi daerah yang penyerapan belanjanya besar dia akan mendapat jatah bantuan sosial besar.

“Jadi APBN/APBD itu merefleksikan prioritas dan pilihan. Sekarang pilihannya Bagaimana mengurangi prioritas politik di anggaran,” terang Donny.

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...