Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Setelah Pemulung, Kini Muncul Polisi Tukang Tambal Ban

Setelah Pemulung, Kini Muncul Polisi Tukang Tambal Ban

“Saya jadi polisi tahun 1979 dan mulai buka usaha tambal ban tahun 1991” ungkap Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Mustamin.

Setelah Pemulung, Kini Muncul Polisi Tukang Tambal Ban

Setelah beberapa waktu lalu masyarakat dihebohkan dengan polisi yang memiliki sampingan sebagai pemulung, kini muncul pula polisi yang memiliki sampingan sebagai tukang tambah ban. Adalah anggota Polsekta Ujungpandang, Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Mustamin.

Aiptu Mustamin mempunyai kerja sampingan menjadi tukang tambal ban di belakang gedung Pengadilan Negeri Makassar. Ia menggeluti pekerjaan tambahannya sebagai tukang tambal ban sekitar 20 tahun. Dia pun tidak merasa malu menggeluti pekerjaan tambahannya ini.

“Saya jadi polisi tahun 1979 dan mulai buka usaha tambal ban tahun 1991. Awalnya dulu saya tambal ban di Jalan Alimalaka, tapi kena penggusuran. Jadi saya pindah di belakang Pengadilan Jalan Ammanagappa tahun 2012. Saya suka kerja-kerja tambal ban” ungkapnya.

Pekerjaan tambahannya sebagai tukang tambal tidak mengganggu tugas Mustamin sebagai polisi yang bertugas di bagian Kesamaptaan Polsekta Ujungpandang. Jika bertugas sebagai polisi, Mustamin meminta seorang tukang becak untuk menjalankan usaha tambal bannya.

“Kalau lepas tugas jaga, ya saya jadi tukang tambal ban. Tapi kalau pas tugas jaga, ada tukang becak yang gantikan. Apalagi ada anak perempuanku yang buka warung kecil di depan usaha tambal ban yang bantu awasi. Sisa satu tahun lagi, saya pensiun dari polisi” tambahnya, seperti yang dilansir Kompas.

Mustamin mengaku, tiga anak laki-lakinya kerap meminta dirinya berhenti menjadi tukang tambal ban, namun permintaan itu ditolak. Mustamin tetap menggeluti pekerjaan sampingan itu karena bosan tinggal di rumah jika lepas tugas.

Dia menyebutkan, dua anaknya bekerja sebagai polisi di Mamasa Sulawesi Barat. Anak pertamanya Bripka Muhammad Yunus, menjabat sebagai Kanit Intel Polsek Aralle. Sedangkan anak kedua, Brigpol Muhammad Fajri sebagai penyidik di Satuan Reskrim Polres Mamasa.

“Anak ketigaku Muhammad Faisal kerja di Jepang dan anak bungsuku perempuan bernama Panarsih Mardana jaga warung membantu istriku” jelasnya.

Mustami mencari uang tambahan halal ini karena kebutuhan hidup di Makassar sangat besar. Sampai kini pun ia masih tinggal di Asrama Tallo Lama yang jaraknya puluhan kilometer dari polsekta tempatnya bertugas.

“Selama 37 tahun jadi polisi, saya tidak pernah lalaikan tugas. Saya tidak malu dengan kerjaan ini, yang jelas tidak mencuri. Saya juga tidak paksa orang. Ya penghasilan tambahan ini tidak menentu, kadang sehari bisa dapat Rp 50.000” pungkasnya.

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...