Home / Berita / Setelah Ricuh karena isu Politik Uang dan Polemik AHWA, Sidang Pleno NU Dihentikan

Setelah Ricuh karena isu Politik Uang dan Polemik AHWA, Sidang Pleno NU Dihentikan

Suasana Ricuh sidang pleno NU
Suasana Ricuh sidang pleno NU

Pernyataan utusan PW NU Kepulauan Riau (Kepri) yang memprotes sistem pemilihan ketua umum melalui Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan mensinyalir adanya politik uang dalam Muktamar NU ke-33 di Jombang membuat suasana rapat pleno Minggu malam menjadi ricuh. Karena suasana mulai tidak terkendali, panitia akhirnya menskor sidang sampai batas waktu tidak ditentukan.

Tak pelak lagi, pemicunya tentu saja pernyataan mengejutkan  utusan muktamar dari Kepulauan Kepri yang dengan lantang menuding para ulama melakukan praktek politik dengan memaksakan sistem pemilihan ketua umum melalui mekanisme AHWA.

“Kami menemukan semalam di penginapan bahwa ada oknum yang mau membagi uang dan kami menangkapnya. Saat sosialisasi pra muktamar di Medan Rois Aam mensosialisasi sistem Ahwa untuk mengurangi politik uang tapi kami justru melihat para ulama yang melakukan politik uang,”katanya seperti dikutip JPNN.

Ungkapan ini yang memicu emosi muktamirin lain karena tidak terima dengan tudingan menjelekkan ulama. Utusan dari Kepri pun didatangi puluhan muktamirin dan segera diamankan keluar arena muktamar oleh pasukan pengaman Banser.

Ungkapan penghinaan terhadap ulama dalam muktamar yang dilakukan peserta muktamar sudah dua kali terjadi selama sidang pleno pembahasan tata tertib tata cara pemilihan ketua umum.

Sebelumnya dilontrakan pula oleh utusan dari Riau yang menyebut para ulama akan kualat jika memaksakan kehendak dengan tidak menaati AD/ART. Ungkapan ini juga memantik muktamirin lain dan membuat utusan dari juga diamakan oleh pasukan Banser.

Sidang pleno tadi malam seharus menyepakati system pemilihan kedua umum, apakah dengan metode demokrasi melalui suara peserta atau melalui mekanisme AHWA.  Sistem Ahwa adalah sistem pemilihan pemimpin melalui suara atau keputusan ulama terpilih. Dalam organisasi NU, system AHWA akan diwakilkan kepada  sembilan orang ulama yang akan mengambil keputusan ini. Jumlah sembilan ini didasarkan pada jumlah Wali Songo. Jumlah itu juga mengacu pada bintang dalam gambar Nahdatul Ulama yang juga sembilan buah.

Namun tidak semua peserta menyetujui system ini karena dianggap tidak sesuai dengan AD/ART organisasi.  Mereka yang tidak setujui meminta aga system dikembalikan berdasarkan suara.

Protes inilah yang memicu perdebatan sampai-sampai ada tindakan kekerasan terhadap peserta karena dianggap menghina ulama. **

 

Baca Juga

Conte Puji Semangat Juang Chelsea

London – Manajer Chelsea Antonio Conte mengungkapkan timnya sempat terpukul saat tertinggal dari Watford. Dia ...

2 comments

  1. Dawud Abdul Rohman

    Mnjadi pemimpin agama brarti siap brtanggung jawab agama umatny di akhirat nanti
    Sudah siapkah mereka?????

  2. Nandang Rosadi

    Seperti ada yang ingin menyetir NU