Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Bisnis / Siapa Sosok Komisaris Utama BNI yang Baru ?

Siapa Sosok Komisaris Utama BNI yang Baru ?

Berdasar hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Negara Indonesia (BNI) untuk Tahun Buku 2014 di Jakarta pada Selasa (17/3/2015) telah menetapkan ekomom Rizal Ramli menjabat sebagai Komisaris Utama dan Achmad Baiquni menjabat sebagai Direktur Utama

Achmad Baiquni sebelumnya menjadi Direktur Keuangan BRI. Namun demikian, pria berusia 57 tahun itu sempat menjadi Direktur Urusan Syariah BNI.

OJK telah menetapkan Achmad Baiquni dinyatakan lulus fit and proper test sebagai Direktur Utama. Sedangkan Rizal Ramli masih dalam proses untuk mejalankan uji kepatutan dan kelayakan yang dilakukan oleh OJK.

Rizal Ramli, pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian pada Agustus 2000 sampai dengan Juli 2001 dan pernah menjadi Menteri Keuangan pada 2001 di masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Sebagai ekonom Rizal Ramli kerap memberikan kritikan, termasuk kepada pemerintahan Jokowi-JK Rizal saat pemerintahan SBY, juga memposisikan dirinya sebagai oposan, dan kerap memberikan kritikan pedas ketika itu.

Rizal Ramli dipercaya menjadi Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan pada pemerintahan Gus Dur, juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) sepanjang Maret 2000 sampai Februari 2001. Rizal Ramli diangkat menjadi penasihat ahli Perserikatan Bangsa Bangsa bersama ekonom internasional lainnya seperti peraih Nobel Ekonomi, Prof. Amartya Sen dari Harvard University.

Prestasi lainnya adalah pernah ikut melakukan operasi penyelamatan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), berhasil mendapatkan Rp 5 triliun dari Indosat dan Telkom untuk menutupi APBN yang jebol. Uang itu ia peroleh, tanpa harus menjual selembar saham PT Telkom, juga Indosat.

Sosok pria kelahiran Padang, 10 Desember 1954 ini, dianggap berhasil saat menghentikan rush yang melanda Bank Internasoinal Indonesia (BII). Saat itu, BII kehilangan kepercayaan dari para deposannya meski Bank Dunia maupun IMF sudah menyarankan agar pemerintah melikuidasi BII dengan biaya sekitar Rp 4 triliun hingga Rp 5 triliun. Rizal Ramli saat itu memutuskan untuk tidak memakai uang pemerintah untuk menyelamatkan BII.

Selain itu Rizal Ramli juga pernah tercatat sebagai Komisaris Utama PT Semen Gresik. Saat kepemimpinannya, Semen Gresik Grup menjadi salah satu BUMN terbaik, berada di peringkat ketujuh dan berhasil mendapat keuntungan sebesar 37 persen.

Below Article Banner Area

Baca Juga

amnesti_pajak889

Periode I Tax Amnesty Berakhir hari ini, Dirjen Pajak: Kita akan Layani Sampai Selesai

Periode I program Pengampunan Pajak atau Tax Amnesty bakal berakhir hari Jumat (30/9) ini. Untuk ...