Home / Berita / Sidang Jessica; Berikut Alasan Otto Hasibuan Datangkan Ahli Psikologi ini

Sidang Jessica; Berikut Alasan Otto Hasibuan Datangkan Ahli Psikologi ini

sidang-lanjutan-jessica_99

 

Ketua tim kuasa hukum Jessica yakni Otto Hasibuan pada persidangan ke-22 menghadirkan ahli psikologi untuk memberikan gambaran kepada majelis hakim bahwa analisa ahli haruslah memiliki metode, bukan asal tebak-tebakan.

Tim kuasa hukum Jessica menghadirkan ahli psikologi Universitas Indonesia Dewi Taviana Walida Haroen yang menjelaskan bahwa banyak faktor yang melandasi perilaku Jessica menaruh tas kertas di atas meja. Ia juga menyatakan untuk menebak perilaku Jessica harus dengan penelitian.

“Ahli ini jelas menggambarkan bahwa kita ini bukan paranormal, tidak bisa main tebak-tebakan dalam menilai orang, hal yang benar itu seperti itu, ada metodologi, punya aturan, ada alatnya, ada alat penilainya,” jelas Otto Hasibuan saat persidangan diskorsing di PN Jakarta Pusat, Senin (19/9).

Kehadiran Dewi sekaligus mengkritik keterangan ahli Antonia Ratih Handayani pada persidangan 15 Agustus lalu yang mengatakan ada situasi potensial bagi Jessica memanipulasi kopi usai meletakkan tas kertas di atas meja 54 Kafe Olivier.

Menurut Otto, ahli tidak perlu memberikan kesimpulan jika metode dan alat ukur untuk menilai perilaku kliennya belum pasti.

“Dengan disampaikan ahli tadi, menurut saya, itu jelas sudah benar….waktu kita jadi mahasiswa diajarkan bagaimana membuat metodologi, tujuan penelitian, hipotesa, permasalahan, kemudian dibuat kesimpulan,” sambung Otto.

“Waktu itu Ratih saya tanyakan bagaimana umumnya orang menaruh paper bag di meja, padahal dia belum melakukan penelitian,” kata Otto.

Sementara itu pada sisi lain, jaksa sempat tidak menerima keterangan Dewi yang tidak memeriksa psikologi Jessica secara langsung, melainkan dari membaca laporan pemeriksaan. Namun Otto menjawab, keterangan Dewi dari laporan bisa menjadi masukan untuk hakim.
 

Baca Juga

14 Investasi Bodong Ditutup, dari Mandiri Financial Hingga Investindo Amazon

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan kegiatan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi tanpa ...