Home / Berita / Nasional / Sidang Jessica, Saksi Ahli Beberkan Kondisi Mirna Saat Diautopsi!

Sidang Jessica, Saksi Ahli Beberkan Kondisi Mirna Saat Diautopsi!

“Kami diminta penyidik untuk pengambilan sampel toksikologi” ungkap Slamet Poernomo, Rabu (3/8/2016).

Sidang Jessica, Ini Kondisi Jasad Mirna Pertama Diautopsi!

Seperti yang diketahui jika saksi ahli dihadirkan pada sidang kematian Mirna dengan terdakwa Jessica. Dan saksi ahli yang dihadirkan adalah dokter forensik dari Rumah Sakit Pusat Bhayangkara Raden Said Sukanto Kramatjati Jakarta Timur, dr Slamet Poernomo.

Kepada hakim, Slamet menuturkan bahwa dirinya diminta bantuan oleh penyidik kepolisian untuk mengautopsi jasad Mirna 9 Januari 2016 pada tengah malam atau tiga hari setelah tewas usai menyeruput es kopi Vietnam di Kafe Olivier Grand Indonesia Jakarta Pusat.

“Kami diminta penyidik untuk pengambilan sampel toksikologi” ungkap Slamet di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (3/8/2016).

Autopsi dilakukan sekitar pukul 23.30 WIB hingga 01.00 WIB, Sabtu 10 Januari 2016. Namun dr Slamet tidak sendiri, dia bersama dokter forensik lainnya yaitu dr Arif Wahyono. Jasad Mirna saat itu dalam kondisi sudah diawetkan dan sudah dirias.

Sampel toksikologi tersebut diambil dari isi lambung, empedu, urine, dan hati. Slamet menemukan ada yang tidak biasa dari lambung Mirna. Belajar dari pengalaman autopsi, kerusakan lambung tersebut diakibatkan benda-benda yang bersifat korosif atau merusak jaringan tubuh.

“Kami lihat dari daerah luar bercak berwarna hitam. Seharusnya lambung berwarna putih, tapi ini berwarna kehitaman terutama di bagian bawahnya. Kami dapatkan bahwa lapisan terluar atau lapisan dalam itu sudah rusak, sudah mengalami iritasi”

“Pada waktu itu kita belum bisa menyebut zat-zat itu apa, asam atau basa yang kuat. Biasanya berupa sianida, arsen, bisa juga H2SO4 atau asam sulfat” kata Slamet.

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...