Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Headline / Sidang MKD : Maroef Buka Suara, Ada Potensi Kerugian Negara Jika Permintaan Setnov Dipenuhi

Sidang MKD : Maroef Buka Suara, Ada Potensi Kerugian Negara Jika Permintaan Setnov Dipenuhi

maroef4

 

Hari Kamis (3/12) ini Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR menghadirkan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin sebagai saksi dalam sidang etik Ketua DPR Setya Novanto. Sejumlah hal ditanyakan kepadanya, satu diantaranya adalah apakah pertemuan dengan Setnov berpontensi merugikan negara?

Menurut Maroef Sjamsoeddin menyebut pertemuan dengan Setya Novanto tidak patut dilakukan secara etika lantaran dia Ketua DPR. Bukan hanya itu, Maroef juga menegaskan ada potensi kerugian negara jika pemufakatan jahat itu terjadi.

Hal tersebut disampaikan Maroef ketika menjawab pertanyaan dari anggota MKD asal Golkar Adies Kadir dalam sidang di ruang MKD gedung DPR, Jakarta, Kamis (3/12).

“Adakah hal dalam pertemuan itu menyangkut kerugian negara?” demikian tanya Adies Kadir.

Dijawab oleh Maroef : “Secara materil belum ada.”

“Apakah ada indikasi kerugian negara?” tanya Adies lagi.

Maroef kemudian menjawab: “Kalau dari pembicaraan itu bisa berpotensi (kerugian negara) kalau terjadi.”
Kemudian juga politisi Golkar itu menanyakan alasan Maroef kenapa tidak melapor ke penegak hukum seperti KPK, ketika tahu ada potensi kerugian negara dari pembicaraan yang diinisiasi oleh Novanto pada Juni 2015 lalu.

“Yang mulia, seperti saya sampaikan penanggungjawab substansi, saya laporkan kepada penaggungjawab sektor (Menteri ESDM -red),” jawab Maroef.

Adies pun kemudian menimpali,”Padahal kalau diteruskan ke penegak hukum, ujungnya juga kan pasti pemecatan Setya Novanto. Sama saja kode etik juga (akan kena -red).”

Tetapi tak hanya itu, Maroef juga menegaskan dalam tanya jawab dengan Adies bahwa pertemuan meminta saham sekaligus menjanjikan penyelesaian kontrak PT Freeport adalah masalah etik. Dia belum melihat itu terkait hukum.

“Tidak ada terkait hukum. Tapi tidak benar dilakukan dan menyangkut etika,” terang Maroef.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...