Home / Berita / Regional / Sidang Praperadilan Kasus Engeline Dihadiri Banyak Massa, tapi Tetap Berjalan Tertib

Sidang Praperadilan Kasus Engeline Dihadiri Banyak Massa, tapi Tetap Berjalan Tertib

003201600_1436758888-20150713-Sidang_Praperadilan_Angeline-Denpasar-Ormas_Bali

Pada hari Senin (13/7) Pengadilan Negeri Denpasar menggelar sidang perdana praperadilan kasus pembunuhan Engeline. Sidang dimulai pukul 10.30 -11.45 Wita, yang dipimpin oleh hakim Achmad Peten Sili.

Sidang ini sendiri memiliki agenda membacakan permohonan praperadilan dari pihak pemohon, yaitu Margriet Christina Megawe, secara bergantian oleh kuasa hukumnya di antaranya Posko Simbolon, Jefri Kam, Dion Pongkor dan Aldres Napitupulu.

Menurut Dion Pongkor,”Dengan telah ditetapkannya Margriet sebagai tersangka dalm kasus kematian Engeline yang menurut pandangan kami merupakan suatu kekeliruan hukum, karena Termohon menetapkan tersangka (Margriet ) hanya menghidari tekanan masyarakat yang tidak berdasarkan fakta hukum.”

Dalam sidang praperadilan ini, pihak Margriet juga menyinggung tersangka Agus Tay yang dinilai selalu berubah-ubah dalam menyampaikan keterangannya. Ketika di awal pemeriksaan, ungkap pengacara Margriet, Agus mengaku membunuh tapi dalam pemeriksaan akhir menyampaikan bahwa yang membunuh adalah Margriet.

Pernyataan ini kemudian ditanggapi kuasa hukum Agus yakni Haposan Sihombing setelah sidang.

“Agus memang pada pemeriksaan tanggal 10 Juni lalu mengatakan yang membunuh dan memperkosa karena diancam oleh Margriet. Tapi setelah dia merasa aman karena didampingi pengacara dan menjalani uji kebohongan, Agus mengaku terus terang bahwa yang membunuh Engeline adalah Margriet. Ya kita serahkan sama Polda Bali sajalah,” ungkap Haposan.

Sidang perdana ini nampaknya begitu menarik minat masyarakat Bali. Hal ini terlihat begitu banyak massa dari sejumlah ormas gabungan yang hadir dengan membawa spanduk. Mereka menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Denpasar, untuk mendukung Polri.

Beberapa poster dan spanduk yang mereka bawa bahkan diteriakkan secara bersama-sama. Spanduk dan poster tersebut diantaranya berbunyi: “Para Pengacara Mending Bela Anak Kecil Daripada Bela Penjahat”, “Jangan Cari Sensasi dalam Kasus Engeline”, “Dukung Kapolda Bali dalam Kasus Engeline”, “Kebenaran Harus Diungkap, Biar Polri yang Mengungkap Kasusnya”, dan sebagainya.

Hakim Achmad Peten Sili sendiri memutuskan bahwa sidang dilanjutkan usai Lebaran pada tanggal 27 Juli 2015.

 

 

 

 

Baca Juga

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...