Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Siswi SMK Ngaku Dilecehkan Oknum Polisi Malang Saat Razia Kendaraan!

Siswi SMK Ngaku Dilecehkan Oknum Polisi Malang Saat Razia Kendaraan!

“Kami sempat diajak, Masak disayang polisi enggak mau” kata DSS, Kamis (9/6/2016).

Siswi SMK Ngaku Dilecehkan Oknum Polisi Malang Saat Razia Kendaraan!

Dugaan pelecehan kalimat oknum polantas Polres Batu terhadap DSS (16) membuat siswi salah satu SMK swasta Kota Malang ketakutan. Sementara teman yang membonceng DSS, GF (22) warga Kecamatan Sukun Kota Malang mengatakan persoalan itu berawal dari operasi polisi di Kota Batu.

“Kami sempat diajak, ‘Masak disayang polisi enggak mau’. Pak polisi bilang begitu, tapi enggak sempat pegang-pegang, hanya kata-kata saja” kata DSS, Kamis (9/6/2016).

Seperti yang dilansir Kompas, kejadian ini berawal saat DSS dihentikan karena tidak memiliki SIM dan tidak membawa STNK sehingga sepeda motornya ditahan. GF bersama DSS diarahkan datang ke Pos Lantas di alun-alun Kota Batu di mana sepeda motornya diamankan.

Selanjutnya GF masuk ke dalam ruang Pos Lantas bersama DSS. Di dalam salah satu ruangan, sudah ada satu oknum polantas. Di situ oknum polantas mempersilakan titip sidang pelanggaran SIM dan STNK Rp 250.000 untuk dua pasal pelanggaran atau menjalani sidang dengan denda sampai Rp 500.000.

Oknum polantas juga menawarkan bisa membantu dengan membebaskan denda dan sepeda motor bisa dikembalikan asalkan DSS ditinggal. Selanjutnya, GF berusaha menelepon teman-temannya di Malang mencari bantuan dan meninggalkan DSS di dalam ruang bersama oknum polisi tersebut.

“Kami tidak mau, bagaimanapun DSS harus tetap bersama saya. Berapa pun uang denda, sampai sejuta pun akan kami carikan bantuan. Kami bilang begitu kepada oknum polantas itu” kata GF.

Setelah kembali masuk, dirinya ditawari uang Rp 50.000 untuk naik angkot mencari bantuan ke temannya di Kota Malang, lalu minta dikembalikan Rp 300.000. Rinciannya, Rp 50.000 uang yang dipinjamkan dan Rp 250.000 uang titip sidang. Hanya saja dirinya diminta turun sendirian ke Kota Malang mengambil STNK dan meninggalkan DSS.

“Mendengar itu pun kami tidak bisa terima. Akhirnya kami keluar pos dan ajak DSS jalan-jalan sebentar cari pinjaman uang, dan akhirnya dapat pinjaman uang Rp 20.000 untuk naik angkot ke Kota Malang dan langsung ke tempat Pak Tedjo” tambahnya.

Tedjo yang ia maksud adalah Tedjo Bawana, koordinator Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT) yang mendampingi mereka. Ketika dimintai keterangannya Tedjo mengatakan DSS mengaku menerima perkataan pelecehan kekerasan verbal tersebut dari oknum polantas dengan menangis.

“Melihat kondisi psikologis DSS yang menangis karena masih anak-anak itu kami yakin hal itu pasti dialaminya, makanya kami tindak lanjuti dengan mengklarifikasi ke oknum polantas di pos Alun-alun Kota Batu ini” kata Tedjo.

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...