Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Hiburan / Musik / Slank Disindir, Kenapa Tak Tegur Jokowi Saat Salah!

Slank Disindir, Kenapa Tak Tegur Jokowi Saat Salah!

Slank mendapat sindiran terkait konsistensi mereka mendukung pemerintahan Jokowi-JK.

Slank Disindir, Kenapa Tak Tegur Jokowi Saat Salah!

Hal itu diungkapkan oleh seniman sekaligus aktivis, Ratna Sarumpaet. Ratna mengatakan bahwa sah saja jika ada sekelompok seniman atau artis yang memiliki sikap politik mendukung pemerintah. Namun mereka juga harus siap menjadi pengkritik apabila kebijakan jauh dari kepentingan rakyat.

Ratna memberikan kritiknya terhadap grup band Slank yang ia nilai terlalu membabi buta dalam mendukung pemerintahan Joko Widodo. Padahal Jokowi selama ini dinilai gagal menerapkan kebijakan yang pro-rakyat. Menurut Ratna banyak SDA Indonesia yang dikuasai oleh pemodal asing.

Lebih lanjut, Ratna menekankan seniman bukannya tidak boleh memihak. Namun ketika pemerintah melakukan kesalahan, seniman harus memberikan kritik. Ratna menceritakan bahwa ia juga pernah berada di jajaran pemerintahan ketika diminta Ali Sadikin menjadi Ketua Dewan Kesenian Jakarta.

“Saya tidak selalu berseberangan dengan pemerintah. Namun, saya butuh dari jawaban Slank. Ketika pemerintahan Jokowi melakukan kesalahan, kenapa mereka tidak mengkritik?” ungkap Ratna seusai menghadiri diskusi bertajuk “Perlukah Artis dan Seniman Berpolitik?” di Jakarta (Rabu, 16/3/2016).

Selama Pilpres 2014, Slank memang dikenal mendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Seusai Pilpres, Slank tetap aktif menyuarakan aspirasi politik dan menyuarakan tuntutan ke Presiden Jokowi. Salah satunya saat Slank manggung di Gedung KPK untuk menentang Revisi UU KPK.

Below Article Banner Area

Baca Juga

hengky-kurniawan-kecelakaan-mobil

Hengky Kurniawan Kecelakaan Mobil

“Nabrak di daerah Pasar Minggu” kata Siti Badriah, Kamis (21/10/2016) malam. Rupanya kejadiaan nahas menimpa ...