Home / Berita / Soal Cekcok dengan ABK, Ini Klarifikasi dari Anggota DPR Arif Wibowo

Soal Cekcok dengan ABK, Ini Klarifikasi dari Anggota DPR Arif Wibowo

Anggota DPR Arif Wibowo

Salah seorang anggota DPR dari F-PIDP, Arif Wibowo, mengakui kalau terlibat cekcok dengan ABK di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. Aksi percekcokan dan pemukulan itu terekam dan ramai diperbincangkan setelah beredar video di Youtube.

Arif menceritakan, ketika itu, Sabtu, 16 Juli, dirinya hendak menuju Jakarta via jalan darat setelah dinas di Denpasar. Sebelumnya, dia mampir ke rumah mertua di Jembrana.

“Capek wis. Saya bawa 2 anak dan istri,” jelas Arif seperti dikutip dari sebuah media online.

Ketika akan naik ke atas kapal, mobil Arif berhenti untuk menurunkan anak dan istrinya. Alasannya, kalau mobil sudah masuk ke dek kapal, penumpang di dalam mobil akan kesulitan keluar karena sedang mencari posisi untuk parkir.

“Parkir mobil pasti mepet-mepet, nanti sulit ke luar, karena untuk orang akan naik dek. Saya kan dengan anak dan istri, lelah capek situasi panas. Saya bermaksud menurunkan anak dan istri saya dulu,” jelasnya.

Dia pun turun dari mobil, namun anaknya yang masih kelas 2 SD baru akan bersiap untuk turun. Namun, seorang ABK malah memarahi dan membentak-bentak Arif agar cepat menurunkan anak dan istrinya.

“Kalau sopir saya grogi, terus mundurin mobil, posisi anak saya di belakang mobil lagi turun nanti jatuh dan terlindas mobil, terus siapa yang mau tanggung jawab? Jadi ini situsional aja,” paparnya.

Arif pun khawatir kalau sopirnya gugup dan membahayakan anak perempuannya yang baru turun dari mobil. Dengan niat menjaga anaknya, Arif pun balik memarahi ABK tersebut dan percekcokan pun terjadi.

“Itu anak muda bentak-bentak saya sambil petantang petenteng. Saya kan orang tua. Saya ayah yang menjaga anak saya supaya aman. Maka saya otomatis marah, maka terjadi dorong-dorongan. Lalu saya ditendang sampai jatuh. Saya ini korban,” kata Arif.

Arif pun ditendang ABK itu hingga jatuh. Melihat Arif jatuh, sopirnya sontak saja marah dan mendorong ABK itu. Keributan itu membuat ABK lain menghampiri.

“Sopir saya marah lihat saya ditendang sampai jatuh. Lalu saya berusaha melerai, tapi saya jatuh lagi karena itu sudah kerumunan. Saya mau kasih nasihat itu anak. Semua biasanya baik-baik kalau ngomong, ketuk pintu dulu. Sopir saya juga enggak perintah. melihat bos ditendang, naluri membela. Sesuatu yang alamiah,” ujarnya.

Kemudian Arif dan para ABK diminta menyelesaikan masalah ini di kantor polisi. Dia pun mengaku ingin menyelesaikan masalah ini secara musyawarah dan kekeluargaan. Di kantor polisi, masalah Arif dengan ABK selesai dengan damai. Tak lupa Arif juga mengganti biaya pengobatan ABK itu.

“Rupanya ada yang minta mengadukan ke Polsek. Saya dibentak-bentak lagi untuk ikut mereka, saya ikuti. Saya kan juga enggak gembor-gembor saya ini anggota DPR. Wong saya cuma pakai celana pendek dan sandal jepit,” demikian cerita Arif.

“Di kantor polisi masih dibiarkan 70 menit. Saya diem aja. Ditanya pekerjaan ya saya jawab, masa mau bilang saya kuli bangunan. 5 jam proses perdamaian. Saya ganti pengobatan ke ABK itu karena terluka dikit,” imbuhnya.

Arif yang merupakan Politisi PDIP ini heran mengapa video keributan ini bisa tersebar luas di Youtube.

 

Baca Juga

IHSG Diperkirakan Bergerak di Kisaran 5.885-5.915

Jakarta – Pada perdagangan hari Rabu (20/09), IHSG ditutup dengan kenaikan tipis 0,09% ke level ...