Home / Berita / Nasional / Soal Dirjen Bimas Buddha Ditahan Kejagung, Kemenag: Kami Serahkan Sepenuhnya ke Penegak Hukum

Soal Dirjen Bimas Buddha Ditahan Kejagung, Kemenag: Kami Serahkan Sepenuhnya ke Penegak Hukum

kejagung

Direktur Jenderal Pembinaan Masyarakat (Bimas) Budha Kementerian Agama, Dasikin, sudah resmi ditahan oleh pihak Kejaksaan Agung. Kemenag pun menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum terkait kasus Dasikin.

“Kami menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum secara adil dan transparan dengan tetap mengedepankan azas praduga tak bersalah. Meski begitu layanan publik bagi Binmas Budha tetap berjalan normal,” ujar Irjen Kemenag M Jasin di Kantor Kemenag, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (29/6).

Dasikin diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam proses pengadaan buku pendidikan agama Buddha untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun anggaran 2012.

Menurut Jasin, pada tahun anggaran 2012 belum memakai sistem pengadaan melalui Unit Layanan Pengadaan Barang atau Jasa Pemerintah (ULP) dan Layanan Pengadaan Barang atau Jasa Secara Elektronik (LPSE).

“Pada saat itu pengadaan barang dilakukan melalui penunjukan langsung dan tidak melalui lelang. Selain itu, di tahun 2012 juga belum dilaksanakan pengadaan barang melalui ULP dan LPSE,” jelas Jasin.

Disamping itu, lanjutnya, perusahaan yang ditunjuk juga merupakan milik Dirjen sebelumnya. Modusnya mark up harga, terdapat juga pemotongan dana bantuan. Ini menjadi tanggung jawab para pelaku.

Dasikin ditahan terkait perkara tindak pidana korupsi pengadaan buku pendidikan agama Buddha dimana merugikan keuangan negara lebih dari Rp 4 miliar.

Sampai sejauh ini pihak Kejagung baru bisa membuktikan adanya uang sekitar 250 juta rupiah yang langsung masuk ke kantong pribadinya. Dalam proses pemeriksaan, diketahui Dasikin juga turut membagikan hasil korupsinya ke beberapa orang lainnya.
 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...