Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Regional / Soal Ibu Warteg yang Dagangannya Disita Satpol PP, Politikus PDIP : Enggak Perlu Terlalu Bersikap Kasar

Soal Ibu Warteg yang Dagangannya Disita Satpol PP, Politikus PDIP : Enggak Perlu Terlalu Bersikap Kasar

ibu warteg

Akhir-akhir ini ramai diberitakan soal aksi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Serang Banten dimana merazia warung makan milik seorang ibu bernama Saeni karena alasan buka di siang hari menimbulkan respons beragam di kalangan publik. Aksi razia itu bahkan menarik perhatian Presiden Joko Widodo yang turut memberi bantuan kepada Saeni.

Bukan hanya Presiden Jokowi, aksi Satpol PP yang berdalih untuk menegakkan aturan daerah juga disayangkan oleh Anggota Komisi II DPR RI Diah Pitaloka. Menurutnya, peraturan daerah di Serang yang melarang warung makan buka siang hari pada bulan Ramadan sangat tidak adil.

Politisi PDI Perjuangan itu yakin kalau Perda itu tidak diterapkan untuk menindak restoran- restoran besar yang buka siang hari pada bulan Ramadhan.

“Kenapa hanya tertibkan yang lemah? Kalau mau konsisten, tertibkan juga rumah makan besar yang buka pas puasa dong,” papar Diah lewat pernyataan tertulisnya, Minggu (12/6) lalu.

Ditambahkan oleh Diah, semestinya bulan Ramadan dapat menjadi momentum memperkuat rasa toleransi di antara warga. Namun justru yang terjadi di Banten dan beberapa daerah lainnya, Ramadan menjadi teror bagi para pelaku usaha kecil seperti Ibu Saeni yang nasibnya bergantung pada bisnis kuliner dengan keuntungan tak seberapa.

“Karena kita lihat tidak manusiawi tindakan agresif seperti kemarin, bisa membuat citra seakan-akan pemerintah tidak pro masyarakat lemah. Padahal mereka dah mati-matian bertahan,” imbuh Diah.

Seharusnya, lanjut Diah, pemerintah memberdayakan para pengusaha Warteg seperti Saeni dengan memberikan tempat yang layak dan berbagai kemudahan usaha dan bukan meneror dengan dalih Peraturan daerah.

Diah pun meminta agar pelaksana aturan di daerah tidak terlalu kaku dalam menjalankan aturan tersebut.

“Masyarakat Indonesia memiliki toleransi dan empati yang tinggi kepada mereka yang lemah. Makanya enggak perlu terlalu bersikap kasar dalam menjalankan peraturan. Karena itu tidak mencerminkan sikap agama Islam,” paparnya.

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

ketua-pengadilan-agama-kepergok-di-hotel-lagi

Ketua Pengadilan Agama Kepergok di Hotel, Lagi…

“Benar-benar kembali mencoreng profesi hakim” ungkap juru bicara Komisi Yudisial (KY), Farid Wajdi (Selasa, 11/10/2016). ...