Home / Berita / Nasional / Soal Razia makan, Ketum PBNU buka suara : Kalau Sampai diobrak-abrik, Enggak Benar

Soal Razia makan, Ketum PBNU buka suara : Kalau Sampai diobrak-abrik, Enggak Benar

KH-Said-Aqil-Siradj-jpg.image_

 

Ketum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Said Aqil Siraj buka suara beri komentar terhadap razia warung makan selama bulan Ramadan. Menurut Said, razia yang dilakukan oleh Satpol PP sampai membawa barang dagangan adalah hal keterlaluan.

“Keterlaluan, bolehlah diatur, supaya jangan terang-terangan, (agar) tidak mengganggu kekhusyukan puasa. Kalau sampai diobrak-abrik, enggak bener,” kata Said di Kantor Perindo, Jl. Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (13/6).

Ditambahkan oleh Said, warung makan dibuka untuk menyediakan makan bagi orang yang tidak berpuasa. Ia menyebutkan, di antara orang yang tidak berpuasa tersebut ada musafir, orang sakit yang memang direkomendasikan dokter untuk tidak puasa, wanita hamil tua, setelah melahirkan atau nifas juga wanita yang sedang datang bulan juga untuk orang non muslim.

Said juga memaparkan bahwa sikap toleransi baik orang yang berpuasa atau tidak tidak boleh hilang. Kepada warung yang buka juga harus ikut mempertimbangkan nilai etika.

“Pokoknya kita semua tahu, yang puasa lanjutkan puasa yang khusyuk. Yang tidak puasa menghormati yang puasa. Warung juga kalau buka yang etis,” imbuhnya.

 

 

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...