Home / Berita / Nasional / Soal Reshuffle Kabinet, Jangan ditanggapi Terlalu Heboh

Soal Reshuffle Kabinet, Jangan ditanggapi Terlalu Heboh

reshuffle kabinet5

 

Salah seorang pakar politik dari LIPI, Syamsuddin Haris yakin kalau Presiden Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Syamsuddin pun meminta supaya persoalan reshuffle tidak perlu ditanggapi dengan heboh.

“Saya yakin Jokowi akan melakukan reshuffle, cuma masalahnya reshuffle selalu menjadi heboh, padahal negara lain tidak heboh. Reshuffle kabinet itu biasa, penggantian kabinet itu adalah hak presiden. Lalu kenapa heboh?” jelas Syamsuddin Haris dalam bincang Perspektif Indonesia di Gado-Gado Boplo, Jakpus, Sabtu (2/4).

Ditambahkan Syamsudin, bahwa dari pengalaman bangsa Indonesia selama ini, reshuffle kabinet merupakan suatu yang fenomenal sejak era SBY.

“Seperti Soeharto tidak ada, lalu pada Zaman Gusdur juga, SBY reshuffle jadi suatu kabinet dramatisasi, calon menteri dipanggil ke Cikeas,” imbuhnya.

Syamsudin pun menilai, isu reshuffle di kabinet tidak bisa dilepaskan oleh orang-orang yang dalam tanda kutip menentukan keputusan presiden.

“Seperti Megawati, JK, dan Ketua Umum Partai isu reshuffle kabinet juga turut menjadi isu yang seksi, karena itu juga berdampak pada kehidupan ekonomi, makin tinggi sensitivitas, makin tidak pasti ekonomi kita lebih cepat lebih baik. Di satu pihak, Jokowi bukan ketua umum pemenang pemilu, pemenang itu Mega, jadi banyak kepentingan,” jelasnya.

 

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...