Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Soal Suap Hakim PTUN Medan, Bakal ada Pejabat Pemprovsu Jadi Tersangka

Soal Suap Hakim PTUN Medan, Bakal ada Pejabat Pemprovsu Jadi Tersangka

Gatot Pujo Nugroho dan OC Kaligis
Gatot Pujo Nugroho dan OC Kaligis

Medan – Kasus suap hakim PTUN Medan yang berhasil diungkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada Kamis 9 Juli bakal berlanjut dengan  pemeriksaan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho pada Rabu esok, 22 Juli. Pemeriksaan Gatot akan difokuskan untuk mengungkap asal muasal uang suap sebanyak 15 ribu dolar Amerika dan 5000 dolar Singapura, serta kaitanya dengan permohonan perkara Pemerintah Provinsi Sumut yang dimenangkan oleh  majelis hakim PTUN Medan.

Sumber di KPK menyebutkan, secara logika tidak mungkin uang suap itu berasal dari M Yagari Bhastara alias Gerry, pengacara  yang ketahuan sebagai pemberi uang kepada ketiga hakim PTUN Medan.  KPK juga memastikan uang tersebut bukan dari OC Kaligis, atasan Gerry.

“Pasti uang itu dari pihak yang perkaranya dimenangkan,” ujar sumber tersebut.

Dengan logika itu, maka dipastikan bakal ada pejabat Pemprovsu yang terseret menjadi tersangka.   Benarkah yang menjadi tersangka itu adalah Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho? Sejauh ini KPK belum bisa memastikan.

“Tergantung hasil pemeriksaan pada Rabu 22 Juli nanti,” kata  Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja.

Namun melihat  hasil pengembangan yang dilakukan KPK,  Pandu merasa yakin Gatot tahu mengenai masalah itu.  “Rasanya sangat kecil kemungkinan ia tidak terlibat dalam kasus ini. Sejauh mana keterlibatannya? Kita akan dalami,” tambah Pandu.

Jika ada indikasi kalau Gatot sebagai sumber dana atas kasus penyuapan itu, bukan tidak mungkin ia akan menjadi tersangka dan ditahan seperti enam tersangka lainnya.

“Yang jelas kita akan usut tuntas sumber dana penyuapan tersebut,” ujar Pandu.

Selain Gatot, saksi penting lain yang akan diperiksa KPK adalah Evy Susanti, istri kedua Gatot. Belum ada informasi sejauh mana keterlibatan Evy dalam kasus tersebut. Beredar kabar kalau Ia berperan sebagai penghubung antara majelis hakim dan Pemprovsu. Evy dan Gatot telah resmi masuk dalam daftar cekal bepergian ke luar negeri karena kasus penyuapan itu.

Sebenarnya masih ada satu saksi kunci lainnya, yaitu Ahmad Fuad Lubis, Kepala Biro keuangan Pemprovsu.  Dalam permohonan gugatan ke PTUN Medan, Fuad justru tercatat sebagai pemohon mengatasnamakan Pemerintah Provinsi Sumut. Ia menggunakan jasa firma hukum OC Kaligis sebagai pengacaranya.

Tapi KPK tidak melihat Fuad sebagai tokoh penting dalam kasus ini.  Masih ada aktor penting lainnya di atas Fuad yang berkepentingan agar kasus ini dimenangkan  Pemprovsu. Itu sebabnya Fuad tidak masuk dalam daftar cekal yang direkomendasikan KPK ke Dirjen Imigrasi.

Gugatan Pemprovsu ke PTUN Medan itu terkait dengan langkah Kejaksaan Tinggi Sumut yang mengeluarkan surat perintah penyidikan (Spirindik) untuk  mengusut dugaan penyelewengan bantuan sosial di Pemprovsu.  Sejumlah pejabat Pemprovsu telah dijadwalkan akan diperiksa dalam kasus tersebut, termasuk Ahmad Fuad Lubis.

Merasa keberatan dengan pemeriksaan itu, Fuad mengajukan gugatan ke PTUN menuntut agar spindik itu dibatalkan karena dianggap melampau batas. Gugatan inilah yang pada 5 Juli dimenangkan Fuad. Tidak hanya membatalkan Sprindik, Majelis hakim juga menuduh Kejaksaan telah melakukan tindakan di luar  kewenangannya karena akan menyidik kegiatan yang seharusnya menjadi kewenangan Pempropsu.

Tidak disangka, empat hari setelah putusan itu, majelis hakim terdiri dari Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro,  hakim anggota Amir Fauzi dan Dermawan Ginting, serta Panitera Syamsir Yusfan, terlibat transaksi suap di sebuah mall di Medan. KPK memastikan suap itu merupakan imbalan jasa bagi hakim yang telah  memenangkan gugatan tersebut.  Pengacara M Yagari Bhastara dari Firma hukum OC Kaligis sebagai penyuapnya.

Aksi suap itu akhirnya terbongkar setelah KPK berhasil menangkap tangan para hakim dan pengacara tersebut. Keempat orang itu langsung ditahan setelah dinyatakan sebagai tersangka.  Tiga hari kemudian, menyusul OC kaligis yang dibekuk karena dianggap sebagai pemberi komando untuk penyuapan itu.

Setelah OC, KPK yakin bakal menyeret pejabat penting di Pemprovsu yang bertindak sebagai pemberi uang dan pengatur aksi penyuapan itu. Sosok pejabat inilah yang masih tanda tanya. ***

Below Article Banner Area

Baca Juga

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...