Home / Berita / Soal Wacana Kenaikan Harga Rokok jadi Rp50.000 per bungkus, Gubernur Jatim : Daerah Harus diajak Bicara

Soal Wacana Kenaikan Harga Rokok jadi Rp50.000 per bungkus, Gubernur Jatim : Daerah Harus diajak Bicara

Ilustrasi-rokok2

Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyarankan pemerintah pusat agar mengajak bicara Pemerintah Daerah sebelum mengambil keputusan terkait wacana menaikkan harga rokok Rp50.000 per bungkus.

“Saya harap dipanggil ke Jakarta untuk diajak bicara dan turut membahasnya, sebab selama ini hanya tahu dari media massa,” paparnya kepada wartawan di Surabaya, Sabtu (20/8).

Pakde Karwo, demikian sapaan akrabnya, mengaku mendengar informasi kenaikan harga rokok namun sebatas mengetahuinya dari media yang salah satu alasan utamanya disebut untuk memenuhi kuota ajak serta mencegah anak-anak merokok.

Menurutnya, jika tak ada pembahasan dengan daerah maka dikhawatirkan menjadi kebijakan yang terburu-buru, terlebih sebagian besar cukai rokok berasal dari daerah.

Fungsi Pemerintah Daerah, sambungnya, diajak bicara karena lebih pada pertimbangan sosiologis, dan digambarkannya di Jawa Timur saat ini terdapat 6,1 juta orang yang menggantungkan hidupnya dari rokok.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa pungutan berupa pajak bisa berfungsi dalam dua hal, yakni pengaturan dan pendapatan.

“Seperti pajak minuman beralkohol yang merupakan fungsi untuk pengaturan. Nah, jika menaikkan cukai rokok dengan harapan agar orang tidak merokok tentunya tidak bisa,” imbuhnya.

 

 

Baca Juga

Hat-trick Kane Menangkan Tottenham

Nikosia – Tottenham Hotspur meraih kemenangan keduanya di fase grup. Menyambangi APOEL, Spurs menang telak ...