Home / Berita / Soal Wacana Kenaikan Harga Rokok jadi Rp50.000 per bungkus, Pemerintah diminta Hati-hati Menyikapi

Soal Wacana Kenaikan Harga Rokok jadi Rp50.000 per bungkus, Pemerintah diminta Hati-hati Menyikapi

rokok

Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengingatkan Pemerintah supaya berhati-hati dalam menyikapi wacana kenaikan harga rokok menjadi Rp50.000 per bungkus, karena wacana itu ada kemungkinan sarat kepentingan asing.

“Pemerintah agar hati-hati, jangan terjebak oleh kampanye anti rokok yang mungkin saja dikendalikan oleh kepentingan asing,” ujar Mukhammad Misbakhun, di Jakarta, Sabtu (20/8) seperti dilansir Antara.

Ditambahkan Misbakhun, jika harga rokok dinaikkan menjadi Rp50.000 per bungkus, maka industri rokok akan bangkrut dan otomatis ribuan tenaga kerjanya yang akan kehilangan pekerjaannya.

Industri rokok, lanjutnya, baik golongan industri kecil, menengah, dan industri besar akan terpukul karena jika Pemerintah menaikkan harga rokok menjadi Rp50.000 per bungkus.

“Industri rokok golongan kecil dan menengah saat ini sudah terpuruk dengan kebijakan pita cukai yang kurang melindungi kepentingan mereka, sehingga sudah banyak yang bangkrut,” paparnya.

Lebih lanjut dikatakan Politisi Partai Golkar ini, jika pabrikan rokok gulung tikar, maka jutaan pekerja di sektor tembakau akan menganggur, dan jumlah penduduk miskin Indonesia akan bertambah banyak.
 

 

Baca Juga

Parah! Malware untuk Jebol ATM Dijual Bebas

Jakarta – Automated Teller Machine (ATM) seringkali jadi korban kejahatan cyber, dan serangan terhadap ATM ...