Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / DUNIA SEKS 18+ / Artikel / Sperma Sering dikeluarkan Bisa Bikin Dengkul Kopong?

Sperma Sering dikeluarkan Bisa Bikin Dengkul Kopong?

ilustrasi-sperma

Selama ini mungkin kaum pria khususnya, bertanya-tanya apakah benar kalau keseringan mengeluarkan sperma atau onani atau masturbasi bisa menyebabkan dengkul kopong atau bolong? Lalu, bagaimana dengan wanitanya?

Bagi yang sudah mempunyai pasangan mungkin mengeluarkan sperma tidak akan masalah. Lalu bagaimana jadinya jika pria tidak ada pasangan, tentu saja akan masturbasi. Tidak sedikit para pria yang melakukannya bahkan ada yang kecanduan. Memang sih tidak ada batasan yang pasti tentang seberapa sering pria boleh masturbasi.

Walaupun dipengaruhi banyak faktor termasuk usia, ada sejumlah pendapat yang menyatakan frekuensi ideal untuk ejakulasi adalah 2-3 kali seminggu baik melalui masturbasi maupun hubungan seks yang sesungguhnya.

Jika dilakukan berlebihan, ada yang percaya bahwa masturbasi bisa menyebabkan nyeri pada lutut atau dikenal dengan dengkul kopong. Tapi hal tersebut dibantah oleh banyak para ahli.

“Masturbasi tidak akan menyebabkan nyeri apapun pada lutut. Nyeri dan bunyi pada lutut bisa disebabkan oleh tulang kecil di depan lutut yang disebut Patela, yang menjadi ketat ketika Anda duduk atau tidur dengan lutut dilipat,” ungkap Dr. Sarveshwar Chander Sood, dokter bedah ortopedi dari Punjab, India, seperti dilansir healthcaremagic.

Dengkul kopong sendiri adalah terkikisnya sendi di lutut akibat gesekan yang berlangsung terus-menerus. Penyebabnya bisa bermacam-macam, bisa karena pengeroposan tulang (osteoporosis), pengapuran sendi (osteoarthritis), dan cedera.

Masturbasi hanya berakibat ejakulasi dini pada pria sementara pada wanita hingga saat ini belum ada laporan penelitian tentang efek negatifnya.

Dengkul kopong biasanya keluhan lebih banyak melanda kaum perempuan terutama pada masa menopause di mana tulang-tulang mulai rapuh. Dalam kondisi itu, kerja tulang rawan dan sendi melemah. Jadi lebih gampang terkena pengapuran.

Mereka yang terkena dengkul kopong biasanya mengeluhkan nyeri, kaku, dan rasa berat ketika melangkah atau tidak kuat berjalan. Akibatnya bukan hanya menyebabkan penderitanya menjadi tak bisa bebas bergerak, tapi juga cepat lelah sehingga tidak kuat jongkok dan mudah terjatuh.

 

 

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

permainan-game-di-korea

Bintang Tamu Ini Bercinta di Depan Penonton Saat Siaran Langsung

Sebuah video merekam aksi dua bintang tamu berbaring di lantai di sebuah studio TV saat ...