Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Sukses Tenggelamkan 41 Kapal, Tapi Kenapa Menteri Susi Kecewa?

Sukses Tenggelamkan 41 Kapal, Tapi Kenapa Menteri Susi Kecewa?

kapal

Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berhasil menenggelamkan 41 kapal ikan asing (KIA). Seluruh kapal yang ditenggelamkan terbukti melakukan praktik illegal fishing, dan telah mendapatkan persetujuan dari Pengadilan Tinggi setelah melalui proses incracht.

“Hari ini atas permintaan Bapak Presiden, kami sudah selesaikan hukum 41 KIA yang berasal dari negara seperti Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Thailand,” ujar Susi yang ditemani Wakil Kepala Staff TNI AL Widodo di Gedung Mina Bahari III, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Rabu (20/05).

Dijelaskan olehnya, ‎kapal yang ditenggelamkan hari ini tersebar di perairan Pontianak, Kalimantan Barat (6 kapal), 11 kapal di perairan Bitung, Sulawesi Utara, 1 di perairan Belawan, Sumatera Utara, dan 1 di perairan di Aceh.

Selanjutnya, pada hari yang sama, dari TNI AL juga menenggelamkan 22 kapal yang pelaksanaannya dipusatkan di Ranai, Kepulauan Riau.

“Kami serius menjaga sumber daya laut kita untuk kesejahteraan masyarakat, nelayan perikanan Indonesia. Bukan kami sok berani tetapi menegakan kedaulatan. Tanpa kami tangani illegal fishing tanpa perangi illegal fishing kami tidak mampu membawa kesejahteraan nelayan kami,” ungkap Susi dengan nada keras.

Meski sukses menenggelamkan 41 kapal, mengapa Menteri Susi masih kecewa?

Nada kekecewaannya bukan karena jumlah kapal yang dieksekusi sedikit atau yang lainnya, tapi Menteri Susi kecewa atas putusan Pengadilan Perikanan Ambon. Pengadilan Perikanan Ambon hanya menjatuhkan hukuman ringan kepada 4 kapal Sino asal China, berupa denda Rp 100 juta/kapal.

Sebelumnya pula, Pengadilan Perikanan Ambon juga telah menuntut hukuman ringan berupa administrasi Rp 200 juta atau subsider 6 bulan kurungan penjara kepada nakhoda kapal Hai Fa, berbobot 4.306 Gross Ton (GT). Padahal ini adalah kapal pencuri ikan terbesar sepanjang sejarah.

Hari kemarin, kata Susi, kita kembali dikalahkan, saya pikir menegakkan (hukum) di negeri sendiri tidak mudah. Kita dikalahkan pengadilan 4 kapal Sino yang mencuri ikan di Indonesia diputus denda Rp 100 juta/kapal.

Susi Menjelaskan kalau kapal Sino terbukti sah menangkap ikan secara ilegal di wilayah pengelolaan perikanan (WPP) laut Indonesia. Sehingga tuntutan berupa denda Rp 100 juta/kapal dinilai tak adil.

“Ini merupakan satu tamparan yang seharusnya tidak boleh terjadi. Akan tetapi di Pengadilan Perikanan ini pula kita dikalahkan tuntutan dan putusan hakim. Saya berpikir harusnya memberikan putusan seadil-adilnya, akan tetapi kesamaan pandangan pun masih berbeda dari beberapa pelanggaran di bidang kelautan,” ujarnya.

Atas putusan ini, Susi menginginkan banding sebab hal ini juga yang pernah dilakukan saat putusan Hai Fa dinilai tidak memuaskan.

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...