Home / Berita / Surat GIDI Asli, Tidak ada Keterlibatan Asing dalam Kasus Tolikara

Surat GIDI Asli, Tidak ada Keterlibatan Asing dalam Kasus Tolikara

 

Pembakaran masjid di Tolikara dan surat DIGI
Pembakaran masjid di Tolikara dan surat DIGI

Papua – Berbagai analisi yang aneh-aneh terkait pembakaran rumah ibadah dan sejumlah rumah di Kabupaten Tolikara pada hari raya Idul Fitri lalu, perlahan-lahan mulai terkuak secara jelas. Tuduhan adanya keterlibatan asing dalam kasus ini, dibantah tegas oleh Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti. Sedangkan surat Gereja Injil di Indonesia (GIDI) yang semula disebutkan palsu, ternyata benar adanya. Surat itulah yang diduga sebagai pemicu kerusukan tersebut.

Sekretaris Wilayah GIDI Tolikara, Papua, Marthen Jingga  mengaku sebagai penulis surat itu. “Saya yang menulis surat itu bersama Ketua Gidi Wilayah Tolikara, Nayus Wenda,” katanya kepada TEMPO. Namun, dia merasa tidak bersalah terkait surat edaran itu. “Sampai hari ini saya tidak merasa bersalah. Surat itu saya ketik sebagai Sekretaris Panitia Seminar dan KKR sekaligus Sekretaris Gidi Tolikara,” kata Marthen.

Surat GIDI itu meminta agar umat muslim mematuhi tiga hal, yaitu  tidak merayakan lebaran di Tolikara, perayaan lebaran bisa dilakukan di luar Tolikara dan larangan perempuan muslim menggunakan jilbab.

Marthen menegaskan, ia hanya bertugas menyampaikan adanya kegiatan besar di Tolikara. Sebab itu organisasinya meminta tidak ada kegiatan tambahan di masjid di wilayah itu saat berlangsungnya seminar dan acara Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). Acara tersebut mengundang 2.500 peserta, termasuk perwakilan dari lima negara, yakni Belanda, Amerika Serikat, Papua Nugini, Palau (kepulauan kecil di Lautan Pasifik), dan Israel.

Ketua Gidi Tolikara, Nayus Wenda, membenarkan penjelasan Marthen Jingga. Namun, ia tidak menyangka dampak dari peredaran surat itu berujung pada penyerangan kepada umat muslim yang akhirnya memantik kerusuhan di wilayah berpenduduk 140 ribu jiwa itu. “Yang terjadi ini di luar dugaan kami. Tidak terpikir oleh kami akan terjadi masalah seperti ini,” kata Nayus.

Kapolri Jendral Pol Badrodin haiti
Kapolri Jendral Pol Badrodin haiti

Penjelasan resmi dari Marthen dan Nayus ini semakin menjelaskan kalau surat GIDI itu benar-benar ada dan menjadi pemicu terjadinya pembakaran masjid di desa itu. Polri dan Komnas HAM masih menginvestigasi kasus ini secara mendalam.

Sejauh ini Polri belum menemukan ada bukti keterlibatan asing dalam aksi tersebut, walau pihak GIDI mengaku ibadah yang mereka lakukan berskala internasional.

“Belum ada fakta hukum pihak internasional terlibat dalam kasus itu,” kata Badrodin, Rabu 22 Juli kepada wartawan di Mabes Polri. Tapi Polri sudah menemukan beberapa fakta tentang keterlibatan sejumlah tokoh ada di sana. “Kita masih mendalami sebelum memutuskan tersangkanya,” tambahnya.

Yang menjadi fokus perhatian Pemerintan saat ini adalah mencegah agar kasus pembakaran masjid itu tidak memunculkan aksi pembalasan di tempat lain.  Menteri Dalam Negeri  Tjahjo Kumolo bersama Panglima TNI, Gatot Nurmantyo berencana mengunjungi lembaga-lembaga dan pusat pendidikan keagamaan di sejumlah daerah guna menenangkan massa. Upaya itu ‎dilakukan guna membangun rasa kepercayaan, serta kerukunan antar umat beragama. Apalagi baru-baru ini sudah muncul ‎ancaman pembakaran Gereja di Jawa Tengah.

“Saya ‎bersama Panglima TNI akan melakukan kunjungan ke pesantren-pesantren dan lembaga keagamaan di Jabar, Jateng dan Jatim untuk melakukan pendekatan dialogis dan kultural untuk mengeliminasi disintegrasi bangsa,” kata Tjahjo di kantornya, Jakarta, Rabu siang 22 Juli.

Selain itu, Tjahjo mengaku akan menerbitkan surat edaran ‎kepada jajaran Pemda untuk terus menjaga rasa persatuan dan kesatuan di masyarakat. Menteri pendidikan juga akan menerbitkan surat edaran ke sekolah-sekolah di Tanah Air, yang tujuannya lebih menanamkan lagi rasa persaudaraan dan kecintaan terhadap NKRI.

Kasus Tolikara menjadi isu yang hangat di tingkat internasional setelah sekelompok massa membakar masjid dan sejumlah rumah penduduk karena mereka keberatan dengan kegiatan shalat idul fitri di masjid itu. Kerusukan itu disebut-sebut terkait dengan surat GIDI yang disiapkan oleh Marthen dan Nayus. ***

 

 

Baca Juga

Barcelona Masih Sempurna

Minggu 24 Sep 2017, 13:11 WIB Reuters – Sepakbola Girona Sepakbola – Barcelona melanjutkan laju ...

One comment

  1. Zaenal Thengereadik Bcl

    pengen nya sich aku tadi mau bikin status keq gini..

    New post (Surat GIDI Asli, Tidak ada Keterlibatan Asing dalam Kasus Tolikara) has been published on Aktual Post

    wadaw wadaw wadaw… malah udah keduluan ama Video Aneh
    ya sudahlah aku kasih Like + komen buat Video Aneh … hahaha….