Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Tahanan KPK Hengky Wijaya Meninggal Dunia

Tahanan KPK Hengky Wijaya Meninggal Dunia

KPK

Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yaitu Hengky Wijaya meninggal dunia. Direktur Utama PT Traya Tirta Makassar menghembuskan napas setelah sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Siloam, Semanggi, Jakarta Pusat.

“Hengky Wijaya meninggal Selasa, 2 Februari 2016 sekitar pukul 21.00 WIB di RS Siloam Semanggi. Dia sudah dirawat di rumah sakit sejak 27 Januari 2016,” kata pelaksana harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Jakarta, Rabu (03/20/2016).

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengelolaan PDAM Kota Makassar, Sulawesi Selatan ini diketahui sempat terjatuh di dalam Lembaga Pemasyarakatan Cipinang tempat dia ditahan, beberapa hari lalu. Sebelumnya, ia kelelahan usai menjalani persidangan hingga larut malam.

Ketika terjatuh, Hengky sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pengayoman. Tetapi, karena minimnya fasilitas, dia akhirnya dirujuk ke RS Siloam Semanggi.

Pria yang diduga menyuap mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin itu baru masuk intensive care unit (ICU) pada hari ke-3. Tepat hari ke-9, Selasa 2 Februari 2016 lalu, pukul 20.58 WIB, Hengky dinyatakan tutup usia.

Hengky diketahui sedang disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi DKI Jakarta. Dia didakwa memberi Rp5,505 miliar kepada mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjudin.

Uang ditujukan dalam rangka kerja sama rehabilitasi, Operasi dan Transfer (ROT) Instalasi Pengolahan Air (IPA) II Panaikang 2007-2013 antara PDAM Kota Makassar dengan PT Traya Tirta Makassar. Akibat perbuatannya, negara dirugikan Rp45,9 miliar.

Hengky pun didakwa melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 atau Pasal 3 jo Pasal 18 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaiman telah diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...