Home / Berita / Serba - serbi / Artikel / Tahun Baru Islam, Keraton Kasepuhan Cirebon Mandikan 1.000 Pusaka

Tahun Baru Islam, Keraton Kasepuhan Cirebon Mandikan 1.000 Pusaka

Cirebon – Setiap perayaan Tahun Baru Islam, Keraton Kasepuhan Cirebon mengadakan acara memandikan senjata pusaka. Ada kurang lebih 1.000 buah pusaka yang disucikan.

Seribuan senjata pusaka yang ada di Keraton Kasepuhan ‘diguyur’ dengan air kembang. Tradisi tahunan yang sarat akan makna itu rutin dilakukan Keraton Kasepuhan setiap tanggal 1 Muharram atau tahun baru Islam.

Sultan Kasepuhan Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat mengatakan pencucian atau memandikan senjata pusaka itu akan selesai, jika seluruh senjata pusaka yang ada di Keraton Kasepuhan sudah dimandikan.

“Kita tidak kasih patokan harus selesai tiga atau berapa hari. Pencucian pusaka ini tergantung berapa banyak pusakanya, di sini ada sekitar seribuan pusaka,” kata Arief saat ditemui detikcom di Keraton Kasepuhan Kota Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (23/9/2017).

(Sudirman/detikTravel)(Sudirman/detikTravel)

Ia menjelaskan Cirebon memiliki sejarah yang panjang. Senjata pusaka, seperti tombak, keris, kujang, pedang, golok, dan lainnya menjadi saksi peradaban Cirebon. Untuk itu, sambung Aref, senjata pusaka tersebut harus dijaga dan dirawat sebagai benda cagar budaya.

“Menurut undang-undang cagar budaya itu benda cagar budaya harus disimpan dan jangan rusak. Kalau secara tradisinya, pusaka ini milik leluhur yang harus kita rawat,” ucapnya.

(Sudirman/detikTravel)(Sudirman/detikTravel)

Memandikan senjata pusaka itu dilakukan tanggal 1 Muharram karena memiliki maksud dan tujuan. Sultan Sepuh mengatakan, tanggal 1 Muharram merupakan awal dalam pergantian tahun. Untuk mengawali tahun baru, sambung Sultan Sepuh tentunya segala sesuatunya harus bersih dan suci.

“Kita harus mengawalinya dengan kondisi suci dan bersih. Dulu prosesi pemandian senjata pusaka ini relatif terbuka, kalau sekarang tertutup. Karena museum pusakanya baru, penyimpanannya sedikit terkunci. Jadi perlu kesabaran dan waktu yang tak sebentar,” tutur Arief.

(Sudirman/detikTravel)(Sudirman/detikTravel)

Menurut dia, ada beberapa senjata pusaka yang berusia sekitar 600 tahunan, tepatnya peninggalan zaman Kerajaan Padjajaran. “Ya golok dan golok cabang, beserta kujang peninggalan zaman Padjajaran era Pangeran Cakrabuana bisa dibilang yang paling tertua,” ujar Arief. (wsw/aff)


Source link

Baca Juga

Komunitas China di Australia Khawatirkan Debat Pernikahan Sesama Jenis

Melbourne – Banyak anggota komunitas China di Australia diajarkan untuk percaya bahwa hubungan sesama jenis ...