Home / Berita / Ibu Kota / Tak Terima Hasil Audit BPK, Ahok Ungkit Kasus Korupsi Banten

Tak Terima Hasil Audit BPK, Ahok Ungkit Kasus Korupsi Banten

Tak Terima Hasil Audit BPK, Ahok Ungkit Kasus Korupsi Banten

Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok), rupanya tidak terima terhadap hasil audit yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang memberikan opini wajar dengan pengecualian (WDP) terhadap laporan keuangan serta pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja (APBD) DKI Jakarta tahun anggaran 2014.

Seperti yang diketahui bahwa dalam audit pembebasan lahan di Sumber Waras Grogol Jakarta Barat yang rencananya akan dibangun menjadi rumah sakit khusus kanker, dinilai BPK tidak wajar. Ahok pun merasa tak ada yang aneh dengan nilai Rp 191 miliar untuk luasan tanah yang dibeli seluas 3 hektare. Ahok secara terang-terangan mengatakan pesimis dengan kredibilitas BPK dan fungsi kelembagaannya saat ini.

Menurut Ahok terlalu banyak kejanggalan atas hasil audit BPK di beberapa daerah, yang antara hasil audit dan kenyataannya sama sekali tidak berkorelasi, dan terkesan dibuat-buat. “Terus saya bilang kan ke BPK, coba lo lihat tuh Banten, dapat WTP (wajar tanpa pengecualian) toh? Padahal ada kasus alat kesehatan, diproses juga gubernurnya. Jadi selama ini BPK auditnya tuh ngapain?” ungkap Ahok, menanggapi hasil audit BPK.

Sebenarnya kekesalan Ahok pada hasil audit BPK, diawali saat rapat paripurna dengan DPRD DKI pada Senin (6/7) kemarin. Ketika pembacaan hasil laporan BPK yang memberikan predikat ‘Wajar Dengan Pengecualian’ (WDP), Ahok merasa ada sejumlah pihak yang sengaja tak memberikannya kesempatan untuk berbicara di dalam rapat paripurna tersebut.

Saya protes tidak terima, mereka kemarin enggak kasih saya ngomong. Kayaknya DPRD sengaja ngaturin supaya saya enggak ngomong, padahal seharusnya begitu disampaikan BPK itu. Saya harus ikut ngomong, paling tidak bilang terima kasih. Tapi enggak boleh tiba-tiba, ya sudah saya ikuti. Saya enggak punya hak interupsi, kan bukan anggota DPRD. Semua akses ditutup kemarin” tambah.

Di lain pihak Ketua BPK, Harry Azhar Azis tak mau menanggapi berlebihan segala ocehan Ahok yang menyerang lembaganya. Sebagai negara berdemokrasi, siapa pun berhak mengomentari hal yang dianggap tak sesuai dengannya. “Orang yang dapat jelek pasti marah, tapi itulah hasil yang kita berikan. Masa terus karena dia marah jadi kita tarik dan berikan yang baik-baik. Itu bagian dari demokrasi. Ada gubernur yang diam, ada yang model begitu. Tapi kalau ada pembuktian dari Pak Ahok tentang ketidakbenaran BPK laporkan saja. Kalau ada pemeriksaan yang macam-macam, laporkan saja. Saya akan tindak lanjuti” ungkap Harry, menanggapi reaksi Ahok.

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...