Home / Berita / Dunia / Tembok Besar China Mulai dihantui Kehancuran

Tembok Besar China Mulai dihantui Kehancuran

tembok china 77 b

Bagi wisatawan yang berkunjung ke China, rasanya kurang afdol bila tak berkunjung ke Tembok Besar China. Namun seiring perjalanan waktu ternyata landmark kebanggaan rakyat China itu mulai rontok. Setidaknya, sudah sepertiga dari tembok besar China itu sudah lenyap.

Apa yang menyebabkan hal itu bisa terjadi?

Seperti dikabarkan CNN, Rabu (1/7), banyak sekali penyebabnya mulai dari erosi alam hingga pengrusakan oleh manusia itu. Salah satunya adalah para turis.

Mei Jingtian, seorang volunteer yang bekerja di Asosiasi Perlindungan Tembok Besar China menuturkan bahwa tingkah laku turis punya andil juga dalam kerusakan landmark China ini.

Misalnya saja, pengunjung beretika buruk mencoret Tembok Besar China saat ke sana. Belum lagi pengunjung yang ribut dan tak bisa tenang selama berada di atas Tembok Besar.

Dalam sebuah survey yang dilakukan tahun 2014 lalu lebih mengagetkan. Di sana disebutkan bahwa hanya 8,2% dari Tembok Besar China yang berada dalam kondisi baik. Sedangkan keadaan tak terlindungi dengan baik sebesar 74,1%.

Sebenarnya kerusakan bukan hanya dari para turis, tetapi karena faktor manusia. Beijing Times melansir beberapa waktu lalu, banyak bagian dari tembok itu yang dicuri oleh orang-orang tidak bertanggung jawab.

Pencurian dikabarkan kerap dilakukan oleh penduduk Desa Lulong, dan digunakan untuk sebagai bahan membangun rumah. Sedangkan sebagian penduduk lain menjualnya seharga 30 yuan atau Rp. 64 ribu per bata.

Di media tersebut juga dilaporkan sekitar 9.000 hingga 21.000 kilometer di beberapa tempat di tembok besar China mengalami kerusakan parah.

Sementara itu Wakil Presiden Komunitas Tembok Besar China, Dong Yaohui berpendapat bahwa kerusakan, khususnya akibat faktor alam memang tidak bisa dihindari.

“Meski beberapa bagian dari tembok besar China dibangun dari bata dan bebatuan, material tersebut tidak dapat melawan pengikisan akibat angin dan air hujan. Beberapa menara menjadi amat goyah dan dapat roboh sekali dihantam badai hujan musim panas,” ujarnya.

Seperti diketahui, Tembok besar China pertama kali dibangun pada abad ketiga sebelum masehi. Namun, sekitar 6.300 kilometer konstruksinya dibangun di zaman Dinasti Ming pada tahun 1368 hingga 1644 masehi. Mulanya tembok itu dibangun untuk melindungi kerajaan dari serangan musuh.

Dengan melihat kondisi adanya bagian yang rusak, memang sudah selayaknya Tembok Besar China dilindungi dan dijaga dengan baik.

 

 

 

 

 

 

Baca Juga

Wisata Malam di Yogya, Ini Tempat-tempatnya

Yogyakarta – Kota Yogyakarta memang penuh ikon yang biasa dijadikan wisata saat malam tiba. Hanya ...