Home / Berita / Ibu Kota / Terkuak! Ahok Sering Ganti Nama Makanya Sering disebut Memalsukan Identitas

Terkuak! Ahok Sering Ganti Nama Makanya Sering disebut Memalsukan Identitas

gubernur-dki-jakarta-basuki-tjahaja-purnama--ahok-_663_382

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bercerita soal sering kali gonta-ganti nama. Saking seringnya, dia sampai sering disebut memalsukan identitas.

Ketika masa kecil, Ahok mempunyai nama Basuki Indra. Indra itu adalah nama ayahnya.

“Awal nama saya Basuki Indra. Itu karena waktu kecil bapak saya itu namanya Indra. Saya pun enggak tahu kenapa bisa dipanggil gitu,” ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (11/12).

Dijelaskan Ahok, nama Basuki Indra melekat sampai dirinya mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Waktu SMP dibilang nama saya Basuki Indra. Karena kan orang melayu sukanya gitu, kalau bapaknya Indra, nama anaknya Basuki Indra. Ditulislah di rapot Basuki Indra,” katanya.

Namun nama itu tak bisa dipakai saat ia duduk di bangku menengah atas. Ahok harus diminta sekolah memakai nama tanpa embel-embel identitas orangtua.

“Pas mau lulus (SMP), enggak boleh Basuki Indra, Jadi Basuki tok. Masuk SMA pakai Basuki Indra juga enggak boleh. Jadi ijazah saya itu hanya ditulis Basuki, enggak ada yang lain. Makanya temen-temen yang kenal saya tahunya kalau saya nggak pernah ganti nama loh,” jelasnya.

Yang Jadi pertanyaan, kapan namanya berubah menjadi Basuki Tjahaja Purnama?

Menurutnya saat akan merantau dan jauh dari orangtua.

“Kami ini orang keturunan, jadi dulu itu harus membuat Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia (SBK RI) dulu. Itu keluar sebelum adanya Undang-undang tentang kewarganegaraan. Jadi pas saya harus pisah dari orangtua waktu itu, ini KTP di daerah kan namanya Basuki Indra. Tapi waktu saya menyambung paspor SBK RI keluar dari bapak saya, saya dapat protes dari birokrasi,” terangnya.

Dilanjutkan olehnya, pihak birokrasi mengungkapkan bahwa dirinya tak boleh pakai nama Basuki Indra dalam membuat paspor, karena nama keluarga yang benar adalah Tjahaja Purnama.

“Orang birokrasi bilang ‘kamu engak boleh pakai nama Basuki Indra. Karena nama kamu yang bener, nama keluarga adalah Tjahaja Purnama. Jadi nama kamu di paspor harus Basuki Tjahaja Purnama, sesuai dengan akte SBK RI. Surat keterangan warga negara gitu. Akhirnya KTP saya terpaksa mengikuti paspor. Begitu. Jadi bukan saya ganti nama, apalagi sampai memalsukan nama untuk ini-itu,” ungkapnya.

 

Baca Juga

Ahok Sindir Anies Baswedan Soal KIP

“Intinya warga dididik untuk menerima hak dan ngerti keadilan buat yang lain” ungkap Ahok. Seperti ...