Find the latest bookmaker offers available across all uk gambling sites www.bets.zone Read the reviews and compare sites to quickly discover the perfect account for you.
Home / Berita / Nasional / Ternyata, Illegal Fishing Menggunakan Pantauan Satelit

Ternyata, Illegal Fishing Menggunakan Pantauan Satelit

KAPAL_PENCURI

Negara Indonesia yang kaya akan hasil laut terutama ikan, dimanfaatkan oleh para pencuri untuk mengeruk keuntungan. Maka di pemerintahan Presiden Joko Widodo, salah satu kementerian yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dijabat oleh Susi Pudjiastuti, melakukan kebijakannya adalah menenggelamkan kapal para pencurian ikan atau illegal fishing.

Tapi tahukah kita, kenapa para pencuri ikan berhasil melakukan illegal fishing? Ternyata mereka pada umumnya menggunakan pantauan satelit untuk melihat pontensi ikan yang besar di perairan Indonesia.

Hal ini diakui oelh Thomas Djamaludin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Menurutnya, pemantauan satelit umumnya di sekitar zona potensi penangkapan ikan (ZPPI) banyak kapal asing.

“Saya meyakini kapal asing datang untuk mencuri ikan sudah memegang data potensi ikan yang diperoleh berdasarkan pemantauan satelit,” ujar Thomas.

Oleh karena itu, untuk mencegahnya, LAPAN tiap hari memberikan laporan ke Bakorkamla maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk melakukan penindakan saat terjadi pencurian ikan.

Disamping itu, tiap hari LAPAN juga memberikan data terbaru mengenai suhu, ketinggian ombak dan sebagai ke Dinas Perikanan Kabupaten Kota mengenai daerah zona potensi ikan.

“Dengan data harian diberikan akan menjadi panduan nelayan. Jadi prinsipnya nelayan tidak mencari ikan, tapi ke laut menangkap ikan,” ujarnya.

Informasi tentang zona potensi ikan juga ada di situs LAPAN tapi sifatnya bulanan.

“Sempat bu Susi (Menteri Kelautan dan Perikanan, red) tanya kenapa tidak ada data harian di website? Kami jawab ini untuk menghindari konflik antardaerah. Ini bisa diberlakukan jika illegal fishing dihilangkan,” tutur Thomas.

Disebutkan pula, pada prinsipnya laporan harian di website bisa dilakukan bahkan informasinya bisa diberikan melalui aplikasi di ponsel pintar.

Buktinya, nelayan di Indramayu Jawa Barat menjadi salah satu yang mengandalkan catatan LAPAN ini.

“Nelayan Indramayu belum berangkat ke laut jika belum dapat laporan,” ungkapnya.

 

 

 

 

 

 

Below Article Banner Area

Baca Juga

jokowi-ada-kelompok-ingin-goyang-persatuan

Jokowi: ‘Ada Kelompok Ingin Goyang Persatuan’

“Ada kelompok-kelompok yang ingin menggoyang persatuan Indonesia” ungkap Jokowi, Selasa (1/11/2016). Tidak dipungkiri jika Indonesia ...